CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Pemula Universitas Galuh menggelar program pemberdayaan di Desa Selamanik, Ciamis. Akademisi Unigal mengusung agenda penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi olahan jamur tiram.
Dengan demikian, tim Unigal membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah jamur segar menjadi nugget lezat.
Baa Juga: Pickleball Resmi Jadi Cabor Ke-39 KONI Ciamis, Siap Unjuk Gigi di Eksibisi Porprov
Ketua Tim PkM, Dwi Putrigarini, S.I.Kom., M.M., mengungkapkan alasan utama pelaksanaan program ini. Sebab, para pembudidaya di Desa Selamanik selama ini hanya menjual jamur dalam bentuk mentah.
“Selama ini jamur tiram dijual segar, padahal potensi olahannya sangat besar. Melalui diversifikasi menjadi nugget, kami ingin mendorong nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dwi Putrigarini, Kamis (1/10/2026).
Atasi Tantangan Produksi dan Pengemasan Sederhana
Selain itu, Dwi menyebut warga setempat masih menghadapi keterbatasan variasi olahan dan standar higienitas.
“Pelatihan kami lakukan mulai dari penyiapan bahan, pengolahan dan pencampuran adonan, pembentukan produk, hingga pengemasan sederhana. Semua berjalan dengan praktik langsung,” kata Dwi.
Selanjutnya, tim PkM memperkenalkan teknologi tepat guna agar proses produksi berjalan lebih terukur, rapi, dan higienis.
Dampingi Warga Hingga Mandiri Berwirausaha
Di sisi lain, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi praktik berlangsung. Warga mulai menguasai tata cara pembuatan nugget hingga teknik pengemasan produk.
Tim dosen Unigal siap mengawal keberlanjutan usaha ini pada masa mendatang.
“Ini baru langkah awal. Ke depan kami akan arahkan pada penyempurnaan formulasi nugget, peningkatan kualitas pengemasan, standardisasi proses produksi, serta evaluasi mutu produk agar masyarakat bisa lebih mandiri,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Universitas Galuh membuktikan komitmen nyata perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat desa.
(Sajidin)



