TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Tasikmalaya berlangsung khidmat di halaman Balekota, Kamis (1/10/2026). Oleh karena itu, seluruh elemen pemerintahan, Forkopimda, ASN, TNI-Polri, hingga pelajar memadati lokasi acara.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung jalannya upacara peringatan sejarah tersebut.
Baca Juga: Tim Gabungan Garuk Puluhan Preman, Jukir Liar, dan Penjual Miras di Singaparna Tasikmalaya
Dengan demikian, prosesi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta ikrar Kesaktian Pancasila menambah kesakralan suasana.
Dalam amanatnya, Viman mengungkapkan rasa syukur atas tegaknya Pancasila sebagai dasar negara. Sebab, sejarah merekam perjuangan berat bangsa dalam mempertahankan ideologi negara pada tahun 1965.
“Kita patut bersyukur Pancasila masih bisa terselamatkan dan tetap menjadi ideologi negara kita. Sejarah mencatat, pada tahun 1965, terjadi Gerakan G30 S/PKI, yang akan mengganti ideologi Pancasila dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Namun berkat perjuangan para pahlawan dan persatuan rakyat, Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Kamis (1/10/2026).
Tangkal Ancaman Digital dan Penyebaran Hoaks
Viman menegaskan bahwa tantangan era modern kini bergeser ke ruang digital. Bahaya perpecahan masa kini muncul melalui hoaks, ujaran kebencian, serta lunturnya semangat gotong royong.
“Kami menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta harmonisasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pancasila harus menjadi pedoman dan arah dalam setiap sikap dan tindakan kita,” ujarnya.
Selanjutnya, Viman mengajak seluruh warga Kota Tasikmalaya untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita ingin Kota Tasikmalaya maju, maka kuncinya adalah persatuan. Tidak ada pembangunan yang berhasil jika masyarakatnya terpecah belah. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pondasi utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya.
Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
Di sisi lain, rangkaian upacara berakhir dengan panjatan doa bersama untuk para pahlawan revolusi. Momen ini menjadi pengingat penting bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
“Semangat nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara harus terus diperkuat, agar generasi penerus bangsa memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, mampu menjaga persatuan ditengah keberagaman, serta aktif berkontribusi dalam memajukan pembangunan bangsa,” pungkasnya.
(Seda)



