BANJAR, FOKUSJabar.id: Mempererat tali persaudaraan dan menjaga ikatan kekeluargaan menjadi semangat utama dalam kegiatan silaturahmi Keluarga Besar Nanggala Dipati Ukur di kawasan Wisata Situ Leutik, Kota Banjar Jawa Barat (Jabar).
Kegiatan yang di hadiri Wakil Wali Kota Banjar, Supriatna berlangsung penuh keakraban.
BACA JUGA:
Mesin Traktor Bantuan Pemerintah Raib di Sawah Banjar, Polisi Buru Pelaku
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan keluarga besar Nanggala Dipati Ukur sekaligus memperkuat hubungan antaranggotanya.
Ketua pelaksana kegiatan, Dede Suryana (Dema) mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin.
“Di tengah kesibukan dan aktivitas masing-masing, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk kembali berkumpul dan memperkuat rasa persaudaraan,” ungkapnya, Minggu (8/11/2026).
Menurut Dema, silaturahmi tidak hanya di maknai sebagai pertemuan biasa. Tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan solidaritas agar hubungan kekeluargaan tetap terjaga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat kembali tali silaturahmi dan menjaga kekompakan keluarga besar Nanggala Dipati Ukur,” katanya.
Ia berharap, kegiatan silaturahmi dapat terus di laksanakan secara berkelanjutan. Sehingga hubungan antaranggota tidak hanya terjalin ketika ada kegiatan. Tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
“Nanti jadi agenda rutin,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Wali Kota Banjar menjadi bagian dari momentum mempererat komunikasi antara keluarga besar Nanggala Dipati Ukur dengan pemerintah daerah.
BACA JUGA:
Warga 5 Kelurahan di Banjar Diminta Tampung Air, Ada Perbaikan Pipa Distribusi
Hubungan baik antara komunitas, organisasi kemasyarakatan dan pemerintah di nilai memiliki peran dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Terlebih, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat.
“Pemilihan Situ Leutik sebagai lokasi kegiatan untuk menghadirkan suasana berbeda. Lingkungan wisata yang terbuka memberikan ruang bagi para peserta untuk berkumpul, berinteraksi dan menikmati suasana kebersamaan,” katanya.
Lebih dari sekadar agenda temu kangen, kegiatan ini di harapkan menjadi awal penguatan solidaritas dan komunikasi keluarga besar Nanggala Dipati Ukur.
“Semangat silaturahmi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah keluarga besar tidak hanya terletak pada banyaknya anggota. Namun juga pada kemampuan menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian satu sama lain,” pungkasnya.
(Agus Purwadi)




