GARUT, FOKUSJabar.id: Milklife Soccer Challenge (MLSC) menyambangi Garut Jawa Barat (Jabar) sebagai salah satu kota baru pada penyelenggaraan tahun 2026 di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga.
Kompetisi sepakbola putri kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum dan Milklife ini di gelar pada 2-8 November 2026.
BACA JUGA:
Persib Dihantam Jadwal Padat, Igor Tolic Bidik Kemenangan atas Java United
Meski sebagai kota baru penyelenggara, namun gelaran MLSC Garut seri 1 2026-2027 di sambut antusias. Tercatat 1.516 siswi berpartisipasi untuk membela tim dari 104 sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Garut dan sekitarnya.
“Seri perdana sekaligus penyelenggaraan pertama MLSC di Garut di ramaikan 28 tim KU 10 dan 111 tim KU 12. Kita gelar MLSC di Garut untuk menjaring potensi pesepakbola putri di Garut dan sekitarnya,” kata Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna kepada wartawan, Minggu (8/11/2026).
Chandra menambahkan, kehadiran Kota Intan sebagai lokasi penyelenggaraan MLSC menjadi langkah mengakomodir tingginya minat siswi di wilayah Jawa Barat.
Untuk itu, regional Jawa Barat di bagi menjadi dua titik penyelenggaraan. Yakni Bandung dan Garut.
“Kenapa di Garut? karena punya infrastruktur yang lebih memadai dibanding wilayah lain di Priangan Timur,” kata Chandra.
Sebelum pelaksanaan Garut Seri 1 2026-2027, MLSC sudah lebih dulu rampung di laksanakan di Bandung pada 27 Oktober sampai 1 November 2026.
Sebanyak 1.517 atlet dari 78 sekolah ikut serta pada MLSC Bandung Seri 1 dan melahirkan juara baru sebagai bukti perkembangan sepakbola putri di Kota Kembang yang semakin kompetitif.
BACA JUGA:
Kota Bandung dan Cianjur Berbagi Gelar di Hari Pertama Eksibisi Kabaddi
“Kami pun berharap pada gelaran perdana MLSC di Garut ini akan muncul sekolah-sekolah yang menjadi kekuatan baru sepakbola putri di Jawa Barat dan nasional,” Chandra menegaskan.
Kehadiran MLSC Garut ini di sambut antusias dan positif oleh para peserta. Seperti yang diungkapman Pelatih Kepala MI Ma’arif As Shidiqiyyah, Muhammad Marhum Sidik Bahroji.
“Anak-anak sangat senang dan bersemangat dengan hadirnya MLSC di Garut. Secara domisili, anak-anak makin fresh karena jarak lebih dekat di bandingkan jika kita harus menempuh jarak 60 kilometer ke Bandung,” kata Marhum.
BACA JUGA:
UPI Kawinkan Gelar Campus League Futsal Regional Bandung 2026
Tidak hanya dari sisi akses, hadirnya MLSC di Garut memudahkan akses tim untuk berkompetisi. Sekaligus menumbuhkan semangat siswi mengejar mimpi menjadi pesepakbola putri profesional ke depan.
“Kami sendiri mengirim 72 siswi untuk berkompetisi di KU 8, KU 10, dan KU 12 pada MLSC Garut ini. Mereka sangat antusias untuk ikut serta,” Marhum menuturkan.
Pemain SD 1 Mekarmukti, Berlinda Alinda Syafitri bertekad menjadikan MLSC Garut sebagai wadah untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola putri profesional.
Bahkan dirinya rela pindah ke Garut dari Kudus, Jawa Tengah agar fokus menjalani latihan rutin bersama tim kelompok usia Akademi Persib Bandung.
“Aku mengidolakan Kak Nafeeza Ayasha Nori dan berharap bisa masuk timnas putri juga. Untuk itu di MLSC Garut, aku ingin menang bersama tim sekolah. Mewakili Garut di MLSC All Stars tahun depan, dan mewujudkan masa depan saya,” kata Berlin.
Tak hanya turnamen dengan skema 7 vs 7, MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026 – 2027 menyajikan berbagai uji ketangkasan bagi para siswi melalui Skill Challenge. Yakni dribbling, passing & control, three on three, shoot on target hingga penalty shoot.
Kelima tantangan tersebut di hadirkan guna melihat bakat-bakat muda mengenai kemampuan dasar sepak bola untuk peserta KU 10dan KU 12.
Selain itu, Festival SenengSoccer kembali hadir untuk KU 8 yang di ikuti oleh 71 siswi. Sebagai ajang pengenalan sepak bola putri khusus untuk anak usia 6 – 8 tahun yang berfokus pada keceriaan tanpa adanya pertandingan kompetitif.
(ageng)




