BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan instalasi pengolahan sampah baru di kawasan Gedebage dengan kapasitas mencapai 300 ton per hari.
Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) tipe 5 yang menghasilkan briket dari sampah organik dan anorganik.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, pembangunan instalasi baru tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Rencana itu juga mendapat dukungan dari kementerian serta PT Pindad.
Baca Juga: HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Soroti 80 Ribu Warga Jabar yang Belum Punya Akses Listrik
“Sesuai dengan arahan Pak Wali Kota, kami akan membangun instalasi baru di Gedebage yang mendapatkan dukungan dari kementerian, kemudian Kementerian Riset dan Teknologi atau Ristek Dikti serta Pindad,” kata Darto Selasa (18/7/2026).
Darto menyebut, teknologi baru tersebut akan ditambahkan pada fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada di Gedebage, termasuk fasilitas maggot komunal.
“Untuk instalasi yang sekarang ada, termasuk yang berkaitan dengan maggot komunal di Gedebage, kemungkinan akan ditambahkan dengan teknologi baru,” katanya.
Menurutnya, RDF tipe 5 berbeda dengan RDF berbentuk curah karena hasil pengolahan sampah akan dipadatkan menjadi bahan bakar.
“Teknologinya berupa RDF atau Refuse Derived Fuel tipe 5, yaitu RDF yang sudah dipadatkan. Jadi bukan RDF dalam bentuk curah,” ucapnya.
Baca Juga: Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk
Dari proses tersebut, sampah nantinya menghasilkan briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
“Hasil akhirnya berupa briket,” jelasnya.
Farhan menambahkan, bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari sampah organik dan anorganik, dengan kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai sekitar 300 ton per hari.
“Kapasitas yang direncanakan adalah sekitar 300 ton sampah per hari,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



