JAKARTA, FOKUSJabar.id: Tiga minggu menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) telah menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penutupan tersebut sebagai bagian dari evaluasi BGN terhadap SPPG yang di nilai tidak memenuhi standar. Termasuk menyusul adanya kasus keracunan makanan.
BACA JUGA:
Gegara Sanitasi, BGN Tutup Permanen 504 SPPG
“Saya sudah menutup 1.300 SPPG,” kata Sudaryono di kutip kontan.co.id, Selasa (18/8/2026).
Dia menegaskan, dapur MBG yang tidak dapat di perbaiki dan tidak mampu memenuhi standar yang di tetapkan BGN akan di tutup permanen.
“Manakala masih ada yang belum, tidak mau di perbaiki mohon maaf kami tutup permanen. Ini demi kesehatan dan nyawa seseorang, demi pemenuhan gizi seluruh anak-anak kita serta demi primanya program MBG,” tegas Mas Dar.
Langkah tersebut di lakukan BGN untuk mencegah terulangnya kasus keracunan dalam program MBG.
Sudaryono mengatakan, evaluasi tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan organoleptik seperti bau, rasa,maupun mencicipi makanan sebelum di sajikan.
Ia mencontohkan kasus di Berastagi, Sumatera Utara yang menjadi bahan evaluasi BGN. Menurutnya, makanan yang di periksa bisa saja tidak menunjukkan masalah saat di cek secara organoleptik. Tetapi kemudian menimbulkan persoalan setelah di konsumsi.
Karena itu, BGN tengah mempertimbangkan penggunaan test kit di setiap dapur MBG untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan.
Sudaryono menyebut, penerapan test kit telah di lakukan oleh sejumlah SPPG yang di nilai berhasil menjaga keamanan pangan. Salah satunya SPPG yang di kelola Bhayangkari dari Polri.
“Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG yang di kelola oleh Bhayangkari. Sampao saat ini tidak ada satu kasus keracunan,” ungkap Sudaryono.
Meski melakukan penutupan terhadap ribuan dapur, Sudaryono meminta masyarakat tidak menggeneralisasi bahwa seluruh dapur MBG bermasalah.
Menurutnya, sebagian besar dari sekitar 27.000 dapur MBG masih berjalan dengan baik. BGN akan terus melakukan evaluasi terhadap SPPG yang masih memiliki kekurangan.
“Dari 27.000 dapur, alhamdulillah sebagian besar itu bekerja dengan baik. Dan kita harus upayakan yang baik itu terus tambah baik serta mengevaluasi bagi yang belum baik,” jelasnya.
BACA JUGA:
BGN Minta SPPG Terdampak Gempa NTT Utamakan Keselamatan
Mas Dar mengancam akan mencopot atau memberhentikan personel yang tidak mampu mengikuti standar yang telah di tetapkan BGN.
“Yang tidak bisa di evaluasi, tidak bisa di perbaiki, mohon maaf harus saya tutup. Dan bagi personel yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegas Sudaryono.
Ia memastikan penindakan akan di lakukan berdasarkan standar dan tidak melihat siapa pemilik atau pengelola SPPG tersebut.
(Bambang Fouristian)



