PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tim SAR gabungan menemukan korban yang terseret arus perairan Pangandaran dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (13/8/2026).
Petugas mengonfirmasi penemuan jasad korban pada hari keempat pencarian. Jarak lokasi penemuan membentang sekitar 2 kilometer dari Titik Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Blok Karang Luhur.
Baca Juga: 7.973 Jiwa di Pangandaran Terdampak Kekeringan, Kemensos Langsung Beraksi
Koordinator Pos (Korpos) SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyebutkan bahwa keberhasilan pencarian ini melibatkan banyak unsur relawan dan aparat.
“Alhamdulillah korban yang diduga terseret arus telah diketemukan di sekitar 2 km dari TKP. Dengan bantuan dari rekan-rekan perahu pesiar kelompok 4, lalu ada SAR Barracuda, Pos TNI Angkatan Laut dan Satpol Air Polres Pangandaran,” ujar Edwin.
“Untuk lokasi penemuannya di Karang Luhur,” tambahnya.
Proses Evakuasi di Tengah Laut
Ketua SAR Barracuda, Sakio, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat melakukan evakuasi seusai menerima laporan dari saksi mata.
“Setelah mendapat telepon dari saksi yang awal menemukan jenazah korban, pertama dievakuasi oleh Basarnas. Nah, setelah itu mendapat bantuan dari SAR Balawista,” kata Sakio.
Sakio mengungkapkan jasad korban mengalami perubahan bentuk fisik akibat empat hari mengapung di lautan. Petugas mendapati posisi korban mengambang telentang saat pertama kali menemukannya.
“Waktu tim temukan itu korban tergeletak. Cuman ada sedikit perubahan dari jasad awal ya. Karena memang sudah 4 hari. Kemungkinan itu awalnya dari benturan perahu ke ombak,” ujarnya.
“Untuk pakaian masih sebagian lengkap,” tambahnya.
Profesi Korban dan Imbauan Keselamatan
Korban mengantongi identitas bernama Sudirman. Almarhum mengadu nasib sehari-hari sebagai tekong perahu pesiar di Pantai Pangandaran.
“Saudara Sudirman ini sehari-harinya itu mencari pengunjung atau tamu untuk bisa ia bawa berwisata baik ke Pasir Putih maupun keliling Pangandaran melalui jalur laut,” jelas Sakio.
Menanggapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah pesisir, Sakio meminta seluruh nelayan dan pengemudi perahu untuk disiplin memakai alat keselamatan.
“Siapa pun yang melaut apalagi mau menyeberang pakai gelombang, itu wajib pakai jaket pelampung. Apalagi ini tekong pesiar, nah itu sudah pasti satu syarat mutlak itu wajib pakai life jacket atau jaket pelampung,” pungkasnya.
Seusai merampungkan proses identifikasi, petugas langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.
(Sajidin)



