PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Memasuki hari kedua, operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan Pantai Barat Pangandaran masih terkendala cuaca buruk.
Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim SAR gabungan harus ekstra hati-hati saat melakukan penyisiran di laut.
”Sekarang hari kedua, cuaca dan angin sangat kencang, 25 km/jam dan gelombang mencapai 3,1 m,” kata Kasatpolairud, AKP Anang Tri di lokasi, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Perahu Terbalik di Laut, Seorang Nelayan Pangandaran Dikabarkan Hilang
Kondisi tersebut memaksa tim SAR gabungan dari Basarnas Pos SAR Pangandaran, Satpolairud Polres Pangandaran, dan nelayan setempat untuk menyesuaikan pola pencarian.
Penyisiran dilakukan di titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur arus, namun tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.
“Radius pencarian kita menyisir 100 meter dulu, nanti dilebarkan menjadi 200 meter, dilebarkan kembali dan seterusnya,” katanya.
Anang mengatakan, kendala cuaca saat ini kurang memungkinkan untuk melakukan pencarian, karena gelombang yang sangat tinggi.
”Kita ada kesulitan untuk waktu berangkat ke tengah,” ujarnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana sebelumnya menyampaikan tim telah diberangkatkan sejak pukul 06.30 WIB. Tim dibekali peralatan pendukung dan terus berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan.
“Pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujarnya.
Peristiwa bermula pada Senin (10/8/2026) ketika Perahu Katir bernama Karya Berkah terbalik di perairan Pantai Barat Pangandaran, Desa Pananjung.
Perahu yang membawa 7 orang ABK itu sempat terombang-ambing diterjang gelombang.
Baca Juga: Serangan Wereng dan Walang Sangit Bikin Petani Pangandaran Gagal Panen
Dari jumlah tersebut, 6 orang berhasil selamat dan 1 orang atas nama Supriyanto (40), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Pangandaran, masih belum ditemukan.
Imbauan untuk Nelayan
Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu.
BMKG sebelumnya juga telah memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat, termasuk Pangandaran, selama beberapa hari ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan terdampak arus.
(Sajidin)



