spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dorong Pembangunan Desa, Bupati Kuningan Apresiasi KKN Kolaboratif 2026

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun desa. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat wajib memperkuat kerja sama.

Bupati Dian menyampaikan hal tersebut saat memonitor pelaksanaan KKN Kolaboratif Perguruan Tinggi di Kecamatan Garawangi.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–10 Agustus 2026 ini melibatkan mahasiswa dari enam kampus di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga: Cegah Bantuan Salah Sasaran, Sekda Sumedang Minta ASN Percepat Digitalisasi Perlinsos

Bupati Dian mengapresiasi jajaran rektor, dosen pembimbing, mahasiswa, serta pimpinan wilayah yang mendukung acara.

“Saya merasa bangga, di sela-sela kesibukan rutinitas para rektor, pembimbing dan pengajar, masih bisa meluangkan waktu memberikan sebuah kebijakan yang cukup mulia, yaitu kolaborasi,” ujar Bupati Dian pada Senin (10/8/2026).

Asah Keterampilan dan Solusi Sederhana

Dian menilai KKN mengasah kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan warga secara langsung. Mahasiswa mempraktikkan keterampilan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran kritis.

Mahasiswa mempresentasikan berbagai program inovatif, seperti pengelolaan sampah, penanganan stunting, pengembangan UMKM, hingga hidroponik.

“Tidak ada perubahan besar apabila tidak diawali perubahan-perubahan kecil. Apa yang sederhana itu bisa membentuk sesuatu yang besar. Daripada kita berpikir hal yang besar tapi tidak kita laksanakan sama sekali,” katanya.

Dian mengingatkan mahasiswa untuk memetakan kondisi sosial dan karakter warga setempat sebelum mengeksekusi program.

“Ketika kita mau terjun ke masyarakat, kita harus dulu memetakan kondisi lingkungan setempat supaya desa yang kita kunjungi itu bisa optimal,” ungkapnya.

Dukungan CSR dan Keberlanjutan Program

Bupati meminta perangkat daerah menggandeng dunia usaha melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan dapat berupa bibit ikan, pakan, bahan kompos, hingga fasilitas umum.

“Ke depan kita perbaiki, kita evaluasi lagi. Saya juga akan jadi motor. Ayo, mumpung saya jadi Bupati, ayo kasih stimulasi juga untuk KKN kolaboratif,” tegasnya.

Dian menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi ukuran utama keberhasilan KKN.

“KKN kolaboratif boleh berakhir, tapi kenangan ini akan terus terasa sepanjang masa. Kebaikan adik-adik yang sudah dilaksanakan di desa-desa ini akan dikenang oleh masyarakat dan insyaallah dicatat sebagai amal jariah buat kita semua,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memperluas jangkauan KKN pada masa mendatang.

“Tidak bisa oleh kami dari birokrasi saja, oleh para kepala dinas saja, tapi oleh dunia kampus, oleh akademisi, oleh adik-adik mahasiswa seperti hari ini yang kita lakukan,” katanya.

Tiga Fokus Utama di Garawangi

Camat Garawangi Maryanto mengarahkan kegiatan KKN pada penurunan stunting, pengelolaan sampah, dan pengembangan UMKM.

Mahasiswa mengedukasi warga tentang gizi, menyusun buku MP-ASI, serta mengembangkan Dapur Sehat PMT. Mereka juga meluncurkan gerakan GASPOL untuk mengentaskan stunting.

Pada sektor lingkungan, mahasiswa mengolah sampah menjadi batako dan paving block menggunakan teknologi sederhana.

Sektor UMKM menerima pendampingan terkait perbaikan kemasan, pemasaran, hingga pengurusan sertifikasi halal.

Sementara itu, Ketua Konsorsium KKN Kolaboratif Ana Fitria memuji dedikasi seluruh mahasiswa di lapangan.

“Mahasiswa memang harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Ana Fitria.

(KuninganKab)

spot_img

Berita Terbaru