spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Motif Galuh ke Pasar Dunia, Batik Cakra Galuh Dorong Ekonomi Kreatif Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Peluang usaha sektor kriya terus mengalir deras seiring hadirnya produk-produk lokal yang memadukan kreativitas dan kearifan daerah. Salah satu contoh nyata hadir lewat Batik Cakra Galuh yang kini memelopori pertumbuhan produk ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis.

Pendiri Prameswari Galuh sekaligus pemilik Arimbi Wedding Panawangan, Mia Sumiari Dewi, menginisiasi kehadiran produk ini. Langkah pengembangannya tidak sekadar menyasar para pencinta kain batik, melainkan juga membuka lapangan kerja baru bagi para pengrajin setempat.

Baca Juga: Batik Cakra Galuh Terinspirasi Prasasti Kawali 6, Ini Filosofinya

Saat ini, lima pengrajin lokal merapat untuk menerima pembinaan langsung dalam mengolah produk Cakra Galuh. Keterlibatan mereka menjadi pijakan awal untuk membangun rantai produksi yang kuat seiring melonjaknya permintaan pasar.

Mia optimistis bahwa produk berbasis akar budaya memiliki prospek cerah sebagai bisnis berkelanjutan. Oleh karena itu, ia menerapkan beragam teknik produksi dan pilihan bahan kain.

Strategi Variasi Produk dan Jangkauan Harga

Cakra Galuh menghadirkan ragam pilihan produk yang fleksibel. Tim produksi mengolah kain batik menggunakan teknik cap, sementara varian lainnya memanfaatkan teknologi printing serta printing prada.

Rencana pengembangan ke depan juga mencakup pembuatan batik tulis khusus untuk melayani pesanan eksklusif.

Variasi ini memberi kebebasan kepada konsumen untuk memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran belanja. Strategi tersebut sekaligus memperluas jangkauan pasar ke berbagai segmen pembeli.

Untuk varian kain printing berbahan primis ukuran 2 meter x 110 sentimeter, pengelola menetapkan harga sekitar Rp200 ribu.

Sementara itu, varian printing prada dengan ukuran serupa dibanderol pada kisaran Rp250 ribu. Pengelola juga menyediakan kain motif ukuran 1 meter dengan harga mulai Rp80 ribu.

Bagi pencinta kain kelas atas, Cakra Galuh menawarkan bahan katun satin seharga Rp400 ribu untuk ukuran 2 meter x 110 sentimeter.

Pemberdayaan Pengrajin Lokal Jadi Pilar Utama

Kehadiran lima pengrajin lokal memegang peranan vital dalam mengakselerasi bisnis Cakra Galuh. Program pembinaan ini memacu proses produksi sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi warga melalui keterampilan membatik.

Pengembangan bisnis ini memicu perputaran roda ekonomi baru, mulai dari tahap pengerjaan kain hingga strategi pemasaran.

Mia meyakini, semakin luas masyarakat menggunakan produk Cakra Galuh, semakin besar pula peluang untuk membesarkan kapasitas produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Maka dari itu, ia merancang rentang harga yang bersahabat agar produk Cakra Galuh dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menyertakan Narasi Filosofi di Setiap Kemasan

Meski mengusung fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, Cakra Galuh tetap mempertahankan nilai-nilai budaya luhur.

Desain motifnya mengambil inspirasi dari kembang Cakra Rahayu Kancana yang tertuang dalam Prasasti Kawali 6 sebagai warisan kebudayaan Galuh.

Mia menerjemahkan simbol bersejarah itu ke dalam corak kain yang memikat. Agar pembeli memahami makna di balik busana mereka, pengelola menyertakan lembar penjelasan filosofi pada setiap kemasan produk.

Mia bahkan menyusun buku saku khusus yang mengulas asal-usul desain. Langkah cerdas ini memberikan nilai tambah berupa wawasan sejarah bagi para pelanggan.

Menembus Pasar Internasional

Pengelola akan terus menggenjot pengembangan Cakra Galuh secara bertahap. Selain menambah teknik pembuatan, rencana jangka panjang mencakup diversifikasi produk dan perluasan jaringan distribusi.

Mia menargetkan produknya mampu mendobrak pasar nasional dan internasional, tidak hanya jago kandang di wilayah Ciamis.

“Jika pasar semakin berkembang, peluang produksi bagi para pengrajin pun diharapkan ikut meningkat. Dengan begitu, Cakra Galuh tidak hanya menjadi produk fesyen berciri khas daerah, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi kreatif masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru