spot_imgspot_img
Kamis 6 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Buruan SAE Bandung Tembus Forum Internasional di Milan, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membawa inovasi pertanian perkotaan (urban farming) Buruan SAE ke panggung internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.

Saat menghadiri forum internasional di Milan, Italia, delegasi Kota Bandung memaparkan konsep integrasi hasil tani lokal langsung ke rantai pasok dapur sekolah.

Baca Juga: Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Lagi, Murid Terpaksa PJJ di Tengah Sengketa Lahan

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mengikuti ajang Exploring Capacity Building Needs to Strengthen Indonesia’s Makan Bergizi Gratis Programme pada 27–30 Juli 2026 lalu.

Forum global tersebut mempertemukan kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dunia untuk mematangkan tata kelola pangan perkotaan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menegaskan kehadiran Kota Bandung membawa misi penting bagi kemandirian pangan daerah.

“Keikutsertaan ini bukan sekadar menghadiri forum global, melainkan langkah nyata untuk menyelaraskan kesiapan lokal Kota Bandung dengan standar internasional, khususnya dalam aspek keamanan pangan, pengawasan mutu, manajemen rantai pasok, dan kapasitas sumber daya manusia pengelola dapur,” kata Gin Gin, Kamis (6/8/2026).

Hasil Panen Buruan SAE Masuk Rantai Pasok Dapur Sekolah

Delegasi Kota Bandung mempresentasikan Project Proposal School Meal Kota Bandung di depan para peserta internasional. Konsep ini menggabungkan hasil panen urban farming langsung ke sistem distribusi makanan peserta didik.

Lewat skema ini, kelompok tani lokal dan jaringan Buruan SAE menyuplai bahan segar secara langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bandung. Strategi tersebut sukses memangkas rantai distribusi, menjaga kesegaran bahan pangan, dan meningkatkan efisiensi pasokan.

Gin Gin menilai penggabungan produksi pangan lokal dengan program MBG memberi manfaat ganda. Selain menjamin gizi anak-anak, skema ini membuka peluang ekonomi baru bagi para petani kota dan koperasi.

Gali Pengalaman Internasional Demi Penguatan Kebijakan

Pengalaman dari forum Milan memberikan amunisi baru bagi Pemkot Bandung untuk menyempurnakan implementasi program gizi nasional. Langkah ini sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang riset, inovasi, dan peningkatan kualitas SDM.

“Pemerintah diharapkan semakin berpihak dan mampu memaksimalkan potensi daerah yang selama ini memiliki daya dorong besar dalam memperkuat kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan hasil produksi petani maupun koperasi masyarakat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru