TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gelombang pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat hingga provinsi membuat keuangan daerah di berbagai wilayah goyah. Guna bertahan, pemerintah daerah harus memutar otak mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengetatkan pos belanja yang tidak mendesak.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya kini merasakan dampak langsung dari tekanan fiskal tersebut. Sebagai langkah penyesuaian dan strategi keuangan, Pemkot Tasikmalaya mengambil kebijakan untuk melakukan efisiensi pada anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta belanja modal.
Baca Juga: Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Pesantren
“Ini strategi kami dalam mengoptimalkan anggaran di tengah kondisi fiskal yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, usai Rapat Paripurna bersama DPRD di Aula Utama Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026).
Viman membeberkan bahwa pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat serta tiadanya bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat menguras amunisi kas daerah.
Meski begitu, Viman menilai posisi Kota Tasikmalaya masih jauh lebih baik jika membandingkannya dengan sejumlah kota/kabupaten lain, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).
“Alhamdulillah, sampai Juli 2026 ini pemberian TPP untuk ASN Kota Tasikmalaya masih bisa dibayarkan full. Ada daerah lain bahkan yang kondisinya jauh lebih berat dari kita,” ujarnya.
TPP Masuk 10 Besar Tertinggi, Wali Kota Minta ASN Tetap Loyal
Viman menyoroti besaran TPP ASN di Kota Tasikmalaya yang masuk dalam 10 besar tertinggi di tingkat nasional. Karena itu, ia menganggap penyesuaian anggaran sebagai langkah wajar saat pendapatan daerah belum optimal.
Ia meyakini pemotongan TPP tidak akan menyurutkan semangat kerja para pegawai negeri di lingkungan Pemkot Tasikmalaya dalam melayani publik.
“Efisiensi dengan pemotongan TPP, tidak akan menurunkan tingkat produktivitas kinerja para ASN di lingkungan Pemerintahan Kota Tasikmalaya. Dan kita yakin ASN di Kota Tasikmalaya memiliki loyalitas tinggi terhadap tanggung jawab kinerjanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.
“Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, untuk tetap bekerja dengan penuh loyalitas penuh untuk melayani warga Kota Tasikmalaya, meskipun ada pengurangan TPP,” pintanya.
Pangkas Acara Seremonial dan Seleksi Ketat Proyek Fisik
Di tengah keterbatasan dana daerah, Pemkot Tasikmalaya mengalihkan prioritas anggaran secara ketat menuju program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pihaknya resmi memangkas hingga menghapus kegiatan seremonial serta belanja non-prioritas.
Langkah efisiensi ini juga berlaku pada pos belanja modal. Pemkot Tasikmalaya menerapkan kriteria ketat untuk menentukan proyek fisik agar tepat sasaran dan tidak menguras kas daerah.
“Kita harus realistis. Fokus dulu ke kebutuhan yang menjadi prioritas dasar masyarakat,” tegasnya.
Viman berharap pola belanja yang hemat dan terukur ini mampu menjaga keberlangsungan pelayanan publik tanpa membebani keuangan daerah.
Melalui efisiensi ketat dan fokus pada program prioritas warga, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis mampu menjaga kestabilan roda pemerintahan di tengah pusaran tekanan fiskal nasional.
(Seda)



