BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan operasional Terminal Cicaheum akan di hentikan mulai pekan depan.
Penutupan terminal di lakukan sebagai langkah awal penataan kawasan sekaligus membuka jalan bagi pembangunan depo transportasi publik yang akan mendukung pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, jadwal penutupan masih menunggu penyelesaian koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Semua Proyek Infrastruktur Kota Bandung Wajib Ikuti Jalur BRT
“Rencana sih minggu depan. Kita koordinasi lagi dengan BPTD nanti,” kata Rasdian, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, koordinasi di perlukan karena Terminal Cicaheum merupakan terminal tipe A yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Meski demikian, selama ini pengelolaan operasional di lapangan masih banyak di bantu oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.
“Terminal Cicaheum itu terminal tipe A, memang secara de jure milik Kementerian Perhubungan. Tetapi secara de facto masih di urus oleh Dishub karena mungkin ada keterbatasan personel dari Kementerian Perhubungan di sana,” katanya.
Rasdian menegaskan, proses penutupan tidak hanya berkaitan dengan pemindahan operasional terminal, tetapi juga memastikan kawasan tetap aman selama masa transisi.
Dinas Perhubugan tidak ingin lokasi bekas terminal menjadi area yang tidak terawasi dan memunculkan persoalan baru, seperti praktik pungutan liar maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban.
“Daripada kosong, nanti khawatir terjadi pungli dan lain sebagainya,” ucapnya.
Baca Juga: Sabet Penghargaan Nasional di Jakarta, bank bjb Perkuat Posisi Pelopor Perbankan Digital BPD
Sebelum penutupan resmi di lakukan, Dishub akan mengecek seluruh rute bus dan aktivitas operasional untuk memastikan seluruh layanan telah di alihkan sesuai rencana.
Rasdian berharap, proses transisi berjalan lancar sehingga penataan kawasan Terminal Cicaheum dapat segera di mulai.
“Kami berharap proses transisi ini berjalan baik sehingga penataan kawasan dan pembangunan depo baru bisa terlaksana dengan lancar,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



