spot_imgspot_img
Kamis 30 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Solusi Sampah Bandung Raya dan Sumber Energi Bersih Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persoalan sampah yang membayangi kawasan Bandung Raya selama bertahun-tahun kini resmi memasuki babak baru. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka melalui prosesi groundbreaking Rabu, (29/7/2026).

Proyek strategis bernilai investasi sekitar Rp6 triliun ini kemungkinan menjadi fasilitas pengelolaan sampah modern yang mampu menyulap ribuan ton limbah harian menjadi sumber energi listrik bersih (waste-to-energy).

Solusi Krisis Sampah dan Kemandirian Energi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang demi lingkungan yang lebih bersih dan mewujudkan kemandirian energi daerah.

Menggunakan teknologi ramah lingkungan, fasilitas raksasa ini dengan kapabilitas utama:

  • Kapasitas Olah Sampah: Mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dari wilayah Bandung Raya.
  • Hasil Energi Listrik: Mengonversi limbah menjadi energi listrik berkapasitas sekitar 40 Megawatt (MW).

Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) konvensional yang sering kali memicu krisis lingkungan di Jawa Barat.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Bongkar Borok 11 Pabrik Batu Kapur di Cipatat

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain menyelesaikan krisis lingkungan, proyek infrastruktur hijau ini membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka lebih dari 1.500 lapangan kerja baru selama masa konstruksi hingga operasional.
  • Iklim Investasi: Meningkatkan daya tarik investasi hijau (green investment) di wilayah Jawa Barat.

Dukungan Nasional dan Internasional

Pentingnya peran PSEL Legok Nangka turut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat dan mitra mancanegara. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot—yang hadir bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup serta perwakilan dari Pemerintah Jepang dan Kerajaan Belanda—menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian vital dari percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara nasional.

Pemanfaatan teknologi waste-to-energy dinilai efektif menyelesaikan dua tantangan sekaligus: mengatasi tumpukan sampah harian dan menyuplai kebutuhan energi hijau.

BACA JUGA: Warga Taraju Masih Menunggu, Pemkab Tasikmalaya Tagih Janji Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak

Kolaborasi Kunci Demi Masa Depan Berkelanjutan

Momentum groundbreaking ini makin mantap dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemdaprov Jawa Barat dan sejumlah mitra strategis, di antaranya, PT Pertamina (Persero), PT Karunia Bersatu Sejahtera dan PT Jabar Environmental Solution

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh para kepala daerah se-Bandung Raya, dilanjutkan dengan peletakan material pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik.

Melalui PSEL Legok Nangka, Jawa Barat optimistis memelopori model pengelolaan sampah modern berstandar internasional di Indonesia, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca demi masa depan yang berkelanjutan.

spot_img

Berita Terbaru