BEKASI,FOKUSJabar.id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi menyambangi lingkungan sekolah guna memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung. Jajaran petugas menyasar para siswa SMAN 3 Cikarang Utara untuk melayani perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).
Layanan jemput bola ini menjadi bagian dari Program Kampus 17 yang digulirkan Disdukcapil Kabupaten Bekasi demi menjangkau para pelajar yang baru memasuki usia wajib KTP.
Baca Juga: Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak
Inovasi ini memangkas birokrasi sehingga para siswa tidak perlu menyita waktu mendatangi kantor pelayanan. Petugas menggelar seluruh rangkaian perekaman langsung di area sekolah pada Rabu (29/7/2026).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Carwinda menjelaskan bahwa jajarannya rutin menggelar perekaman KTP-el ke sekolah-sekolah setiap pekan dengan menyesuaikan kondisi lapangan.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan jemput bola perekaman KTP elektronik bagi anak-anak usia 16 sampai 17 tahun. Kegiatan ini memang rutin kami lakukan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujar Carwinda usai memantau kegiatan di SMAN 3 Cikarang Utara, Rabu (29/7/2026).
Carwinda menegaskan bahwa Program Kampus 17 secara khusus membidik peserta didik tingkat SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Program Kampus 17 kami laksanakan dengan berkeliling ke sekolah-sekolah SLTA, termasuk sekolah di bawah Kementerian Agama. Tujuannya agar anak-anak yang memasuki usia wajib KTP dapat segera memiliki identitas kependudukan,” katanya.
Pusat Pelayanan di 23 Kecamatan
Ia mengimbau para pelajar berusia 16 hingga 17 tahun agar memanfaatkan kemudahan fasilitas ini secara maksimal. Pihaknya juga tetap menyiagakan pusat pelayanan di 23 kecamatan, tujuh titik gerai pelayanan, serta kantor dinas bagi masyarakat umum.
“Kami berharap seluruh masyarakat, termasuk yang sudah berusia dewasa tetapi belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik, segera melakukan perekaman karena KTP merupakan identitas resmi sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.
Kepala SMAN 3 Cikarang Utara, Saepuloh mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Disdukcapil. Ia menilai program ini amat membantu para siswa mendapatkan hak identitas resminya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Disdukcapil Kabupaten Bekasi atas pelayanan perekaman KTP elektronik di sekolah kami. Ini sangat bermanfaat karena KTP merupakan identitas yang wajib dimiliki setiap warga negara Indonesia,” kata Saepuloh.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Bekasi dan jajaran sekolah menengah dapat terus berlanjut demi memperlancar pemenuhan dokumen kependudukan para generasi muda.
Salah seorang siswa kelas XII SMAN 3 Cikarang Utara, Alfata Raditya (17) merespons positif kehadiran tim Disdukcapil di sekolahnya. Ia merasa sangat terbantu dalam mengurus dokumen negara tanpa mengganggu jam belajar.
“Tanggapan dari saya, sangat baik ya. Karena mempermudah siswa siswi juga untuk bikin KTP Elektronik, agar mendapat pengakuan sebagai warga negara Indonesia,” ungkapnya.
Siswa lainnya, Kevin Adrian Sihombing (17) turut mengutarakan kegembiraannya. Kehadiran Program Kampus 17 menghindarkan pelajar dari kerepotan mengantre di kantor kecamatan.
“Dari saya sih positif ya. Mungkin kan gak perlu jauh ke kecamatan. Dari sekolah bisa langsung ya bikin KTP itu,” ucapnya.
(Jingga Sonjaya)



