TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dewan Pembina Kumpulan Wargi Sukapura (KWS), Holil Aksan Umarzen angkat bicara soal pernyataan oknum kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) yang di duga merendahkan budaya Sukapura.
Atas dasar dugaan adanya komentar dari seorang kader PSI Kota Tasikmalaya yang di nilai sebagian masyarakat telah merendahkan pembahasan mengenai Budaya Sukapura, pihaknya menyampaikan pernyataan sikap.
BACA JUGA:
Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Pastikan Seluruh SPPG di Kota Tasikmalaya Aman
KWS menyatakan keprihatinan atas polemik yang berkembang dan berharap seluruh pihak dapat menyikapinya dengan kepala dingin, menjunjung tinggi adab serta menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Apabila benar terdapat pernyataan yang merendahkan atau menjadikan Budaya Sukapura sebagai bahan olok-olok, KWS menyatakan keberatan karena hal tersebut dapat melukai perasaan masyarakat serta mencederai kehormatan warisan budaya yang telah di jaga oleh para leluhur selama berabad-abad.
Pihaknya meminta DPP PSI memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, melakukan penelusuran sesuai mekanisme internal partai serta mengambil langkah yang di pandang tepat apabila di temukan adanya pelanggaran etika oleh kadernya.
BACA JUGA:
30 Tahun Kudatuli, Momentum Mengingat Luka Demokrasi dan Menjaga Semangat Reformasi
KWS berharap ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan agar polemik ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang semakin luas dan mengganggu keharmonisan masyarakat.
KWS menegaskan, persoalan ini bukanlah konflik antara budaya dengan Partai Politik (Parpol). Melainkan pengingat bagi seluruh tokoh publik agar senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan pendapat mengenai sejarah, adat dan budaya daerah.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat dan Keluarga Besar Sukapura agar tetap menjaga ketertiban, tidak terprovokasi serta mempercayakan penyelesaian persoalan ini melalui cara-cara yang beradab, konstitusional dan sesuai hukum yang berlaku.
BACA JUGA:
Viman Alfarizi Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya
Sebagai penjaga nilai-nilai luhur Sukapura, KWS akan terus berkomitmen menjaga kehormatan budaya, sejarah dan identitas masyarakat Tasikmalaya sebagai warisan yang harus di hormati oleh siapa pun tanpa membedakan latar belakang politik maupun golongan.
“Budaya boleh di diskusikan, tetapi tidak patut di rendahkan. Demokrasi memberi ruang kebebasan berpendapat. Namun etika dan penghormatan terhadap budaya adalah tanggung jawab setiap warga negara,” tegas Holil.
Sebagai informasi, Budaya Sukapura di Tasikmalaya adalah akar sejarah dan identitas tradisi masyarakat Sunda yang berasal dari Kepatihan/Kabupaten Sukapura sebagai cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya.
Budaya ini mencakup warisan Wastra Sukapura, adat istiadat hingga situs peninggalan leluhur yang sarat nilai luhur alam Pasundan.
(Bambang Fouristian)



