spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis mencatat 94 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026 di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Korsleting listrik memegang posisi sebagai penyebab utama kebakaran, sedangkan bangunan rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak menanggung dampak kerusakan.

Kasat Pol PP Kabupaten Ciamis, Raden Ega Anggara Al Kautsar, membeberkan bahwa faktor kelalaian serta gangguan instalasi listrik masih mendominasi pemicu insiden. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kabel tua dan penggunaan peralatan elektronik berlebih.

Baca Juga: Belanja Sayur Makin Mahal, Harga Buncis hingga Kentang Naik di Ciamis

“Mayoritas pemicu kejadian korsleting listrik. Kondisi ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan. Serta selalu memastikan sumber api dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” katanya, Senin (27/7/2026).

Ega merinci, dari total 94 kejadian, korsleting listrik memicu 28 kasus kebakaran. Penggunaan tungku api menyumbang penyebab terbesar kedua dengan 20 kasus, berlanjut pembakaran sampah, ilalang, dan lahan sebanyak 14 kasus.

“Sementara itu Dua Belas kejadian lainnya masih dalam kategori penyebab yang belum diketahui atau faktor lain,” ucapnya.

Kebakaran di Wilayah Rumah Tinggal Mendominasi

Ega menjelaskan bahwa kebocoran tabung gas LPG menyumbang 7 kasus. Selanjunya pemicu bensin 3 kasus, serta kompor gas dan puntung rokok masing-masing 2 kasus.

“Adapun penyebab lain seperti sambaran petir, lilin, korek api, blower dan pengovenan kandang. Hingga dugaan sengaja dibakar oleh ODGJ masing-masing tercatat 1 kasus,” jelasnya.

Mengenai objek yang terbakar, rumah tinggal mendominasi daftar dengan 42 peristiwa. Angka ini menandakan hampir separuh insiden kebakaran selama tujuh bulan pertama tahun ini melahap kawasan pemukiman.

“Setelah bangunan rumah kebakaran juga banyak terjadi di lahan sebanyak 10 kejadian kemudian titik sambung konektor, kabel, jalur dan gardu listrik sebanyak 8 kejadian,” jelasnya.

Ega menerangkan bahwa musibah kebakaran juga melahap 5 kandang ayam. Serta tabung gas LPG dan kendaraan roda dua masing-masing 4 kejadian. Api turut membakar pabrik, tempat pembuangan sampah, mobil, gubuk, warung makan, tempat penetasan unggas, sekolah/pesantren, musala, hingga rumah kontrakan.

“Jika dilihat berdasarkan wilayah Kecamatan Ciamis menjadi daerah dengan angka kejadian tertinggi yakni 18 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Banjarsari dengan 11 kasus. Kemudian Kawali dan Rancah masing-masing 8 kasus, serta Panjalu sebanyak 7 kasus,” terangnya.

Ega menambahkan, kecamatan lain mencatat insiden berkisar antara satu hingga enam kasus. Rekapan data menunjukkan tren lonjakan kebakaran yang cukup tajam pada pertengahan tahun.

“Selama Januari tercatat 12 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 10 kejadian, April 13 kejadian, Mei 15 kejadian dan Juni 13 kejadian. Hingga 22 Juli sudah mencapai 23 kejadian, menjadikannya bulan dengan jumlah insiden terbanyak sejauh ini,” ungkapnya.

Rangkaian 94 insiden kebakaran di wilayah Kabupaten Ciamis ini menelan total kerugian materi hingga Rp5.713.100.000.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru