spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Baznas Kabupaten Tegal Studi Tiru UPZ Desa ke Ciamis, Tertarik Model Penghimpunan Zakat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis membangun jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa kembali menyedot perhatian daerah lain.

Jajaran Baznas Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bertandang ke Kabupaten Ciamis untuk mempelajari secara langsung strategi penghimpunan zakat berbasis desa tersebut, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: 62 Mahasiswa INU Ciamis Resmi Terjun KKN-IK 2026, Pemkab Titip Pesan Bangun Desa

Ketua Baznas Kabupaten Tegal, Ahmad Rofiqi, menjelaskan bahwa pimpinan dan timnya memfokuskan kunjungan studi tiru ini untuk membedah sistem pembentukan UPZ Desa. Langkah terobosan Baznas Ciamis ini tergolong istimewa dan belum banyak beroperasi di daerah lain.

“Kami datang ke Baznas Kabupaten Ciamis dengan tujuan studi tiru. Hal yang paling istimewa di sini adalah optimalisasi pembentukan UPZ Desa. Program seperti ini belum kami miliki dan mungkin juga belum banyak diterapkan di Baznas lain di Indonesia,” ujar Ahmad Rofiqi.

Rofiqi mengungkapkan bahwa jaringan UPZ di Kabupaten Tegal saat ini baru menjangkau lingkungan pemerintah daerah, sekolah/madrasah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta rumah ibadah. Sementara itu, wilayah pedesaan menyimpan potensi zakat, infak, dan sedekah yang melimpah namun belum tergarap maksimal.

“Potensi zakat di desa sebenarnya sangat besar. Karena itu, salah satu tujuan utama kami datang ke Ciamis adalah mempelajari bagaimana proses pembentukan UPZ Desa agar penghimpunan zakat bisa menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah,” katanya.

UPZ Desa Berjalan Secara Sistematis

Pemaparan jajaran Baznas Ciamis memberikan gambaran jelas bahwa pembentukan UPZ Desa berjalan secara sistematis serta taat pada regulasi resmi.

“Dari pemaparan tadi kami mengetahui bahwa pembentukan UPZ Desa tidak dilakukan secara instan. Ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Insyaallah, jika kami mengikuti tahapan tersebut, kami optimistis dapat menerapkannya di Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Rofiqi pun menaruh harapan besar agar jalinan silaturahmi kedua lembaga ini terus berlanjut. Pihaknya membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari Baznas Ciamis saat merealisasikan pembentukan UPZ Desa di 287 desa se-Kabupaten Tegal.

“Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini terus berlanjut. Alhamdulillah, pimpinan dan Kepala Pelaksana Baznas Kabupaten Ciamis siap memberikan pendampingan kepada kami dalam proses pembentukan UPZ Desa,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah menegaskan bahwa Program Infak Desa senantiasa menjadi magnet utama bagi daerah luar yang datang berkunjung. Keunggulan program ini terletak pada kecepatan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Ketika daerah lain lebih banyak fokus pada instrumen penghimpunan, Infak Desa di Ciamis justru mengedepankan kecepatan dampak sosial di lapangan. Formula inilah yang membuat banyak pemerintah daerah datang untuk belajar ke Ciamis,” ujar Lili.

Konsistensi Merawat Tradisi Gotong Royong

Lili menerangkan, konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kebiasaan warga menyisihkan sisa uang belanja harian dalam nominal kecil mampu terhimpun menjadi dana komunal berdaya guna tinggi.

“Kami bangga dengan gerakan ini. Petugas menghimpun koin-koin dari tabungan warga desa, namun dana komunal tersebut mampu membantu membangun rumah layak huni, membiayai pengobatan warga sakit, dan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang tumbuh di Ciamis,” katanya.

Lili menambahkan, hingga pertengahan 2026, Baznas Kabupaten Ciamis terus menerima kunjungan kerja dari berbagai kabupaten/kota lintas provinsi.

“Selain dari Jawa Tengah, kunjungan juga datang dari Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Aceh untuk mempelajari tata kelola zakat, terutama model pembentukan UPZ Desa dan pengelolaan Program Infak Desa yang berhasil meningkatkan penghimpunan sekaligus mempercepat penyaluran manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru