GARUT, FOKUSJabar.id: Tak perlu stadion mewah untuk mempertemukan cinta. Di lapangan tarkam berdebu di Lapang Astana Gede, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), para legenda Persib Bandung kembali mengolah bola melawan tim lokal dalam laga persahabatan, Sabtu (26/9/2026) kemarin.
Kehadiran para mantan bintang Persib Bandung menjadi magnet hiburan yang sangat besar bagi masyarakat. Khususnya pecinta bola di Kecamatan Cibatu dan sekitarnya.
BACA JUGA:
Kalah dari Semen Padang, Herkis Ungkap PR Besar PSGC Ciamis Jelang ke Kudus
Persib merupakan salah satu klub sepak bola Indonesia. Selain bertanding di kompetisi tanah air, juga merumput di level Asia.
Sejumlah legenda Persib Bandung bermain untuk klub Porpany Panyosogan melawan Kalasadat FC yang di perkuat beberapa pemain Persigar.
Ratusan warga menyaksikan pertandingan eksibsi. Mereka ingin menyaksikan langsung aksi para pahlawan lapangan hijau yang pernah mengharumkan nama Persib Bandung.

Pertandingan persahabatan tersebut merupakan laga penutup turnamen sepak bola Liga Kades Wanakerta 2026.
Sederet nama legenda Persib yang berpartisipasi dalam laga tersebut, Djadjang Nurdjaman, Tantan, Atep, Gilang Angga dan Yaris Riyadi.
Ketua Klub Porpany Panyosogan, Muhamad Nurcahyanto mengatakan, pertandingan persahabatan yang di perkuat legenda Persib selalu sukses di tonton para pecinta bola. Khususnya Bobotoh.
Menurutnya, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, namun momen bersejarah. Di mana para legenda Persib menunjukkan bahwa semangat dan kualitas mereka tetap terjaga.
“Meski mereka sudah gantung sepatu, namun nama besar Persib Bandung serta kerinduan masyarakat untuk melihat aksi pahlawan lapangan hijau secara dekat menjadi alasan utama area lapangan selalu di padati penonton,” ungkapnya.
Kapten Tim Kalasadat FC, Bangbang Hermanto mengungkapkan, kehadiran para legenda Persib menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai sepak bola.
Momen tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarpecinta sepak bola di daerah Cibatu dan sekitarnya.
“Bagi masyarakat Cibatu, kedatangan para legenda Persib bukan sekadar hiburan olahraga. Namun sebuah pesta rakyat dan bernostalgia mengenang kejayaan masa lalu pahlawan Maung Bandung,” imbuhnya.
Salah satu penonton asal Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, Dewi Rosita antusias menyaksikan laga persahabatan tersebut.
Bagi Dia, pertandingan eksibisi ini sangat menghibur. Karena itu, Dewi berharap laga semacam ini jadi agenda rutin.
BACA JUGA:
Federico Barba Ungkap Coach Bojan Hodak dan Filippo Inzaghi
“Selain menghibur juga mempererat kedekatan antara dunia sepak bola dan masyarakat. Ini momen langka bisa menyaksikan aksi para legenda Persib di lapangan,” kata Dewi.
Selain jadi hiburan, acara ini juga di manfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara legenda Persib dengan fans-nya. Para pemain dengan ramah meladeni foto bareng dan permintan tanda tangan.
Peluit akhir perytandingan di bunyikan, keringat bercampur debu, dan skor pun terlupakan. Yang tertinggal hanya satu, legenda boleh menua, tapi cinta Bobotoh tidak pernah habis.
(Bambang Fouristian)



