spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Satu Kampung di Ciamis Hidup dari Angklung, Produksinya Capai 1.000 Oktaf Setiap Bulan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kampung Angklung di Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, memperkuat posisinya sebagai sentra kerajinan musik tradisional yang menggerakkan puluhan warga. Sebanyak 70 pengrajin dalam 10 kelompok memproduksi angklung dengan kapasitas mencapai 1.000 oktaf atau sekitar 8.000 nada setiap bulan.

Pengrajin setempat, Nunu Angklung, mengisahkan bahwa kegiatan pembuatan alat musik bambu ini melibatkan partisipasi luas masyarakat. Hampir seluruh warga di RW 07, yang mencakup tiga RT, mengambil peran aktif dalam proses produksi.

Baca Juga: Kampung Angklung Ciamis Dilirik Wisatawan Mancanegara

Menggerakkan Ekonomi Satu Kampung

Nunu menjelaskan bahwa keberadaan sentra ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi warga. Kelompok-kelompok pengrajin bekerja sama untuk memenuhi pesanan yang mengalir dari dalam hingga luar daerah.

“Di sini hampir satu kampung menjadi pengrajin. Ada tiga RT dan di setiap RT terdapat pengrajin. Totalnya lebih dari 70 orang yang aktif memproduksi angklung,” ujarnya saat ditemui di Kampung Angklung Panyingkiran Ciamis, Minggu (26/07/2026).

Para pengrajin mengolah setiap unit angklung secara manual. Mereka merangkai seluruh tahapan secara teliti, mulai dari memilih bambu berkualitas, membentuk tabung suara, menyetel keselarasan nada, hingga memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Menjaga Warisan Budaya dan Regenerasi

Nunu menilai keterlibatan penuh masyarakat menjadikan usaha kerajinan ini bukan sekadar alat pencari nafkah. Kerajinan angklung sekaligus berfungsi sebagai benteng pelestarian budaya warisan leluhur sejak puluhan tahun lalu.

Ia menyoroti pentingnya regenerasi pengrajin muda demi menjamin keberlanjutan produksi sekaligus mempertahankan identitas Panyingkiran sebagai pusat kerajinan bambu di Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut mempertahankan kerajinan ini. Selain melestarikan budaya, angklung juga menjadi sumber penghasilan bagi warga,” kata Nunu.

Kehadiran puluhan pengrajin terampil ini menjadi modal kuat bagi Kampung Angklung untuk kemudian terus mengepakkan sayap sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru