TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Viman Alfarizi Ramadhan memberikan doa dan support kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Santri yang di lepas untuk bekerja ke Negeri Sakura Jepang, Jumat (24/7/2026) kemarin.
Pelepasan Pekerja Migran berlangsung di Aula Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya.
BACA JUGA:
Ribuan Santri Padati Jalanan Kota Tasikmalaya, Pawai Ta’aruf PORSADIN 2026 Jadi Sorotan
Sejumlah pejabat penting hadir. Di antaranya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Deny Diana, Kadis Pendidikan (Rojab Riswan Taufik), Kadis Porabudpar (Deddy Mulyana), Kadis Koperasi dan UMKM (Sofyan Jaenal Mutaqin) dan Direktur MMA Foundation, penyalur tenaga kerja ke Jepang, Muhamad Abdul Karim.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, pelepasan tenaga kerja ke Jepang merupakan salah satu wujud dari program prioritas pemerintah. Yakni, Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan (Tasik Pelak).
Ia menjelaskan, pengiriman tenaga kerja ini menjadi program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Tasikmalaya.
“Tenaga kerja migran yang kita lepas adalah orang-orang pilihan yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Jepang,” ungkap Viman.
Ia menuturkan, Mereka telah memiliki skil dan keahlian yang cukup di butuhkan oleh perusahaan Jepang.
“Mereka bekerja ke Jepang bukan hanya saja membawa dirinya. Namun juga membawa nama baik daerah Tasikmalaya dan bangsa. Ketika kembali ke daerah mampu memberikan perubahan secara ekonomi keluarga dan daerahnya,” ungka Dia.
Ia juga menjelaskan, para pekerja akan mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi setiap bulan dan bekerja di sebuah Supermarket di Okayama City Jepang.
“Mereka di sana nantinya mendapatkan gaji Rp20-29 juta. Dan jika setiap bulan mengirim uang ke keluarga, tentu ini akan memberikan dampak baik terhadap perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya,” paparnya.
BACA JUGA:
BI dan Pemkab Tasikmalaya Bersinergi, JAYANTARA 2026 Dorong UMKM Lebih Produktif dan Digital
Viman menargetkan hingga akhir tahun 2026, jumlah pengiriman tenaga kerja ke Jepang sebanyak 55 orang.
“Mudah-mudahan semakin banyak tenaga kerja berangkat ke Jepang. Ini akan kita integrasikan dengan sejumlah SMA, SMK dan Sekolah Rakyat (SR) yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang di butuhkan perusahaan Jepang,” imbuhnya.
Menurut Dia, ke depan tidak hanya pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Namun akan melakukan kerja sama dengan negara-negara lainnya (Malaysia, Korea, Jerman dan China).
“Semoga pengiriman pekerja migran ini dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga serta mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
(Seda)



