TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Bank Indonesia memperkuat peran UMKM sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah melalui gelaran JAYANTARA Priangan Timur 2026. Pembukaan ajang bergengsi ini berlangsung di halaman Kompleks Gedung Bupati Tasikmalaya, Jumat (24/7/2026) sore.
Mengusung tema “UMKM Unggul, Digital Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, agenda ini memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong UMKM Priangan Timur agar semakin produktif, adaptif terhadap teknologi digital, serta mampu menembus pasar internasional.
Baca Juga: MCK Reyot yang Dipakai Warga dan Santri Akhirnya Dibongkar Satgas TMMD Tasikmalaya
Penyelenggaraan JAYANTARA Priangan Timur 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya Ke-394. Momentum ini mempererat kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Demi mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.
Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi, Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, serta unsur Forkopimda dan pelaku usaha menghadiri acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, mengulas kontribusi vital sektor UMKM yang kini mencapai 66 juta unit usaha di Indonesia. Sektor ini telah menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 117 juta tenaga kerja.
Menyesuaian Strategi di Era Transformasi Digital
Laura menegaskan bahwa era transformasi digital dan kompetisi global menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan daya saing melalui berbagai penyesuaian strategi.
“Pelaku UMKM tidak hanya harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kualitas dan konsistensi produk. Hal itu demi memenuhi standardisasi dan sertifikasi, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran. Serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Laura Rulida Eka Sari Jumat (24/7/2026) sore.
Guna menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia menerapkan pendampingan terintegrasi end-to-end. Pendekatan ini mencakup peningkatan kapasitas produk, fasilitasi pembiayaan, perluasan pemasaran, hingga digitalisasi pembayaran.
“Di Priangan Timur, pengembangan tersebut telah terwujud melalui EXPORENA, sebagai program akselerasi UMKM menuju pasar ekspor. Serta PINUNGGUL, yang mendorong peningkatan kapasitas digital, penguatan pemasaran daring, dan transformasi usaha berbasis teknologi,” ujarnya.
Program pendampingan berkelanjutan ini telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Salah satu contoh sukses terlihat pada Kelompok Kopi Bunar yang meraih cupping score 87 dan berhasil mengekspor satu ton kopi ke Jepang.
“Capaian ini menjadi bukti, bahwa produk unggulan Priangan Timur memiliki kualitas dan potensi untuk menembus pasar internasional. Tentunya apabila mendapat dukungan peningkatan kapasitas yang konsisten, standardisasi produk, perluasan jejaring, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan,” paparnya.
Ruang Transaksi dan Sarana Business Matching
Selama tiga hari pelaksanaan, JAYANTARA Priangan Timur 2026 menghadirkan lebih dari 100 booth produk unggulan fesyen, kriya, kuliner, hingga promosi desa wisata. Pameran ini menjadi ruang transaksi sekaligus sarana business matching bagi para pelaku usaha.
Panitia juga melengkapi acara dengan pertunjukan seni budaya, peragaan busana batik dan talkshow kewirausahaan. Serta kegiatan sosial seperti donor darah dan Warung Inflasi.
“Rancangan AYANTARA tidak hanya sebagai pameran UMKM. Tetapi sebagai ruang bersama yang mengintegrasikan promosi, edukasi, transaksi, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu ekosistem. Dan Bank Indonesia Bersama Pemda terus berkomitmen menjadikan pengembangan UMKM sebagai gerakan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” jelasnya.
Laura menekankan kembali pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan berorientasi ekspor.
“Sinergi semua pihak, harapannya dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan memperluas akses pasar dan pembiayaan. Terlebih mempercepat adopsi digital, memperkuat kemitraan usaha. Serta menciptakan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian masyarakat di Priangan Timur,” tegasnya.
(Seda)



