TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kawasan Tugu Koperasi mulai bersolek menjelang kunjungan Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, ke Kota Tasikmalaya untuk meninjau tempat bersejarah cikal bakal lahirnya perkoperasian di tanah air tersebut.
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya langsung bergerak membersihkan kawasan itu.
Baca Juga: Siloka Sunda Warnai Rakerda PAN Kota Tasikmalaya, Budi Mahmud Tekankan Pentingnya Budi Pekerti
Mulai dari pejabat eselon II hingga staf di tingkat kecamatan dan kelurahan memadati area Tugu Koperasi di Jalan Mohammad Hatta, Kalangsari, Cipedes, Jumat (17/7/2026).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung aksi bakti sosial tersebut.
Para peserta bergotong royong membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah plastik, serta merapikan dahan pohon yang berserakan di sekitar monumen.
Sebelum aksi bersih-bersih berlanjut, seluruh peserta mengikuti senam bersama. Agenda ini merupakan wujud implementasi program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat), Tasik Resik, dan Indonesia Asri demi mewujudkan lingkungan yang sehat.
Berkat aksi kompak tersebut, wajah kawasan Tugu Koperasi kebanggaan warga Tasikmalaya ini seketika berubah menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan indah.
Rangkaian Peringatan Hari Koperasi
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan bahwa aksi resik-resik ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2026.
Menurut Viman, Hari Koperasi ke-79 tahun ini mengemban makna yang sangat strategis bagi Tasikmalaya.
Sebab, Menkop RI Ferry Juliantono menjadwalkan hadir secara langsung untuk melihat dari dekat monumen awal berdirinya perkoperasian Indonesia tersebut.
“Kenapa aksi bersih-bersih hari ini dipusatkan di kawasan Tugu Koperasi, supaya kawasan tugu ini menjadi bersih dan indah. Pasalnya, insyaallah bapak Menteri Koperasi akan berkunjung ke sini pada tanggal 26 Juli 2026 minggu depan,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan.
Viman menilai kehadiran Menkop RI membawa keberkahan sekaligus momentum penting yang akan memicu kemajuan bagi Tugu Koperasi sebagai ikon sejarah nasional.
“Kedatangan Pak Menteri Koperasi tentu akan membawa berkah bagi masyarakat Tasikmalaya. Selain bersilaturahmi, beliau juga akan melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) sebagai tanda dimulai revitalisasi total Tugu bersejarah Indonesia tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proyek revitalisasi total ini merupakan wujud perhatian besar dari pemerintah pusat.
Langkah ini bertujuan agar Tugu Koperasi tidak sekadar menjadi simbol masa lalu. Melainkan menjelma sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata sejarah yang memperkenalkan nilai gotong royong kepada generasi muda.
Tugu Koperasi Tengan Dalam Kajian Sebagai Cagar Budaya Nasional
Viman juga membagikan kabar baik bahwa saat ini Tugu Koperasi tengah masuk dalam proses pengkajian intensif untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Pihaknya sedang menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi pengesahan dari pemerintah pusat yang rencananya keluar dalam waktu dekat.
“Kalau sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, ini akan memperkuat posisi Tasikmalaya. Tentunya sebagai kota bersejarah bagi gerakan lahirnya perkoperasian di Indonesia,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa peran besar Kota Tasikmalaya dalam linimasa sejarah pergerakan ekonomi nasional sudah tidak terbantahkan lagi.
Sebab, Kota Tasikmalaya sukses menggelar Kongres Koperasi Indonesia pertama pascakemerdekaan pada 12 Juli 1947 silam.
“Bulan ini masih suasana hari koperasi, dan Tasikmalaya harus menegaskan kembali jati dirinya sebagai bagian dari lahirnya perkoperasian di Indonesia. Tugu Koperasi ini adalah warisan sejarah bangsa yang harus kita jaga dan teruskan cita-citanya,” kata Viman.
Guna melanjutkan semangat tersebut, ia akan mendorong seluruh jajaran OPD dan elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.
Selain itu, Viman juga menyoroti tantangan berat kelembagaan koperasi di era digital.
Menurut pandangannya, koperasi tidak akan mampu bertahan jika hanya mengandalkan model konvensional, melainkan wajib bertransformasi mengikuti laju perkembangan teknologi terkini.
“Anak muda sekarang hidupnya serba digital. Kalau koperasi ingin tetap relevan, harus bertransformasi. Manfaatkan teknologi, permudah akses, dan buat produk yang menarik bagi generasi muda,” imbuhnya.
Ia berharap perayaan Hari Koperasi tahun ini melahirkan momentum kebangkitan koperasi modern di Tasikmalaya. Di mana lembaga ini mampu bertindak sebagai motor penggerak sektor UMKM dan industri kreatif.
“Dengan semangat hari koperasi Indonesia, kita jadikan Kota Tasikmalaya sebagai contoh gerakan koperasi yang maju dan sehat. Terlebih berdaya saing yang mampu beradaptasi dengan zaman,” ucap Viman mengakhiri penjelasan.
(Seda)



