PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kemarau panjang mulai berdampak di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar). Meski belum ada laporan kekeringan parah, sejumlah desa sudah mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, Pemkab sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan memasok air dan pembuatan sumur bor.
BACA JUGA:
20 Tahun Tsunami: 880 Siswa SMAN 1 Pangandaran Dilatih Hadapi Bencana
“Saat ini yang kita lakukan adalah mengirim pasokan air yang ada laporan ke BPBD. Kita pastikan mereka akan mendapatkan air,” ujar Citra, Jumat (17/7/2026).
Selain itu, langkah kedua yang di lakukan Pemkab adalah pemasangan sumur bor. Menurut Citra, Dinas PU sudah mulai bergerak untuk tahap pertama.
“PU sudah berjalan. Ada 15 titik untuk tahap pertama,” katanya.
Bupati Citra mengatakan, bantuan pengeboran sumur juga datang dari Kodim dan BNPB.
“Ada bantuan dari Kodim. Itu juga minggu besok sudah mulai di laksanakan. Dari BNPB juga ada, baru menyiapkan satu sumur bor,” jelas Citra.
Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo mencatat sudah ada 5 desa di 4 kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan air minum.
Menurut Dodo, Kelima desa tersebut tersebar di Kecamatan Padaherang, Kalipucang, Parigi, Sidamulih dan Mangunjaya.
Dia menyebut, seluruh wilayah Pangandaran saat ini masuk kategori sedang hingga berat terdampak kemarau. Namun belum ada yang benar-benar kering total.
BACA JUGA:
52 Hektare Sawah di Pangandaran Kekeringan
“Jadi enggak ada yang ringan untuk Pangandaran. Tapi sampai saat ini belum ada yang kering. Baru kekurangan air pasokan untuk air minum,” jelasnya.
Pemkab memastikan distribusi air bersih akan terus di lakukan ke desa-desa yang terdampak sambil menunggu pengerjaan sumur bor selesai.
(Sajidin)



