CIAMIS, FOKUSJabar.id: Antusiasme masyarakat Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) dalam mengikuti Gerakan Rashdul Kiblat 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Agama (Kemenag).
Target verifikasi lebih dari 12 ribu titik yang di tetapkan pada pelaksanaan fenomena Istiwa A’zam 15–16 Juli 2026 berhasil tercapai.
BACA JUGA:
Rashdul Kiblat Bantu Pastikan Arah Kiblat Presisi
Keberhasilan tersebut di ungkapkan Kepala Kantor Kemenag Ciamis melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Mohamad Aip Maptuh.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari aparatur Kementerian Agama, penyuluh agama, penghulu, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), organisasi keagamaan hingga masyarakat umum.
“Alhamdulillah target yang kami tetapkan berhasil tercapai. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Penyuluh, penghulu, ASN Kementerian Agama, para ketua DKM, tokoh masyarakat sampai warga ikut bergerak bersama melakukan verifikasi arah kiblat,” ujarnya saat di temui di Kantor Kemenag Ciamis, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, sesuai arahan dari Kementerian Agama pusat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Ciamis menargetkan lebih dari 12 ribu objek untuk mengikuti verifikasi arah kiblat.
BACA JUGA:
Pengunduran Diri PPPK Bergelombang, di Ciamis Hanya Ada 14 Kasus
Objek tersebut meliputi rumah-rumah yang di gunakan sebagai tempat ibadah, masjid, musala hingga berbagai fasilitas publik yang memiliki ruang salat.
Menurut Aip, jumlah tersebut sangat realistis. Mengingat Kabupaten Ciamis memiliki lebih dari 5.600 masjid dan musala yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (Simas), belum termasuk tempat ibadah yang belum masuk dalam pendataan.
“Belum lagi rumah-rumah, hotel, tempat publik serta masyarakat yang secara mandiri ikut melakukan pengukuran. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketepatan arah kiblat semakin meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, gerakan Rashdul Kiblat bukan merupakan program yang baru di laksanakan tahun ini. Sosialisasi telah di lakukan secara rutin selama tiga tahun terakhir setiap fenomena Istiwa A’zam terjadi.
BACA JUGA:
Camat Rancah Ciamis Salurkan Bantuan Terdampak Kebakaran
Penyuluhan di lakukan melalui penghulu, penyuluh agama, madrasah, sekolah, hingga organisasi mitra Kementerian Agama agar masyarakat memahami cara memanfaatkan fenomena alam tersebut untuk memastikan arah kiblat.
“Fenomena ini terjadi secara rutin setiap tahun.Sehingga menjadi momentum edukasi yang sangat baik. Setiap tahun antusiasme masyarakat terus meningkat dan tahun ini target verifikasi berhasil tercapai,” jelasnya.
Selain memastikan arah kiblat, kegiatan tersebut juga di harapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai keterkaitan ilmu falak dengan pelaksanaan ibadah serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
(Mia)



