TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gurat lelah yang selama puluhan tahun mengukir wajah warga Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, seketika sirna. Air mata haru berganti dengan senyum sumringah dan riuh tepuk tangan, Rabu (15/7/2026). Hari itu menjadi catatan sejarah penting lewat pembukaan resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.
Bagi ribuan warga Parungponteng, kehadiran para prajurit TNI bukan sekadar upacara militer biasa. Ini adalah fajar baru, sebuah titik balik yang mengakhiri penderitaan panjang mereka terhadap krisis air bersih yang selalu mencekik setiap kali musim kemarau tiba.
Baca Juga: Usai Insiden Ledakan, Pemkot Tasikmalaya Percepat Penataan Ikon Kota Dadaha
Nestapa Masa Lalu: Berjalan 1 Kilometer demi Air Keruh
Selama berpuluh-puluh tahun, musim kemarau menjadi momok menakutkan bagi warga Desa Parungponteng. Untuk menyambung hidup, mereka harus rela berjalan kaki hingga 1 kilometer hanya demi mendapatkan air bersih.
“Kalau sudah musim kemarau, daerah kami ini luar biasa susah air. Ribuan warga di sekitar sarana ibadah terpaksa jalan kaki sampai 1 kilometer hanya untuk memikul air yang kondisinya pun keruh,” kenang Kepala Desa Parungponteng, H. Entis Sutisna.
Kini, berkat sentuhan program TMMD 129, cerita pilu itu resmi berakhir. Sumber air jernih kini mengalir dekat dengan pemukiman warga melalui pembangunan sumur bor di lima titik strategis di sekitar sarana ibadah.
Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menyatakan rasa syukurnya karena program tahun ini mampu mengeksekusi kebutuhan paling mendesak masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kita tidak hanya membangun jalan. Kami mendengar jeritan masyarakat yang selalu kesulitan air bersih. Melalui TMMD ke-129 ini, kita berhasil mewujudkan impian mereka dengan membangun 5 titik sumur bor di daerah rawan air,” tegas Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.
Lebih dari Sekadar Air: Infrastruktur dan Jalan Semi Hotmix
Selama satu bulan ke depan, para prajurit TNI akan melebur dan tinggal di rumah-rumah penduduk untuk menuntaskan sasaran fisik maupun non-fisik. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak roda ekonomi serta kualitas hidup masyarakat setempat.
Berikut adalah target utama pembangunan fisik dan non-fisik dalam TMMD ke-129 di Parungponteng:
1. Sasaran Fisik (Infrastruktur Utama)
- Pembangunan Jalan Semi Hotmix: Membuka keterisolasian dan mempermudah akses ekonomi di Kampung Jambubarang, Kampung Nagrog, Kampung Pasirnete, dan Kampung Cililin.
- Tembok Penahan Tanah (TPT): Penguatan tebing guna mencegah longsor di koridor Kampung Pamegatan hingga Kampung Situ.
- Pembangunan Rutilahu: Merehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni menjadi hunian yang sehat dan layak.
- Fasilitas Air Bersih: Membangun 5 unit sumur bor khusus di sarana ibadah dan fasilitas umum.
2. Sasaran Non-Fisik (Pemberdayaan Masyarakat) Tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, TNI juga membekali warga dengan berbagai penyuluhan strategis, yang meliputi:
- Wawasan kebangsaan dan pendidikan bela negara untuk generasi muda.
- Edukasi kesehatan masyarakat serta peningkatan kapasitas ketahanan pertanian.
Akselerasi Menuju Desa Mandiri
Pemerintah daerah bersama TNI menentukan Desa Parungponteng sebagai lokus TMMD ke-129 dengan pertimbangan matang. Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Kabupaten Tasikmalaya, DR. H. Rubi Azhara, menegaskan bahwa desa ini memiliki potensi luar biasa namun pergerakannya terhambat oleh infrastruktur yang belum merata.
“Status Desa Parungponteng saat ini masih desa berkembang. Melalui TMMD ini, kami ingin memicu akselerasi pembangunan agar desa ini bisa segera naik kelas menjadi desa maju, bahkan desa mandiri,” ujar Rubi Azhara yang hadir mewakili Bupati Tasikmalaya, DR. H. Cecep Nurul.
Acara pembukaan yang berpusat di Lapangan Desa Parungponteng ini berlangsung penuh kehangatan. Sebagai wujud syukur, warga menyambut para prajurit TNI dengan kearifan lokal yang kental melalui pendirian “Warung Amal” swadaya.
Selain itu, pihak penyelenggara juga mewarnai pembukaan ini dengan aksi sosial berupa pengobatan massal gratis, pemberian santunan, serta layanan perekaman data kependudukan secara langsung.
Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara Garut, Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., bersama jajaran Dandim se-wilayah Priangan Timur menyaksikan langsung agenda besar ini. Semangat gotong royong (kemanunggalan) antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat kini menjadi bahan bakar utama bagi Parungponteng untuk melangkah ke era baru yang lebih sejahtera.
(Abdul Latif)



