GARUT, FOKUSJabar.id: Suara gemuruh air, kabut sejuk dan pelangi di sela tebing. Itulah yang di rasakan para pengunjung Curug Kancil yang ada di Desa Padasuka Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).
Nama Curug Kancil di ambil dari nama kampung tempat air terjun tersebut berada. Yaitu Kampung Kancil.
Air terjun di sana memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Saat musim penghujan, debit airnya cukup besar dan jernih. Begitupun saat musim kemarau air Curug Kancil tidak pernah surut. Hanya saja debit airnya sedikit berkurang.
BACA JUGA:
PM Gatra: Selamatkan Limbangan dari Miras dan Narkoba
Sumber airnya dari Gunung Kancil. Masyarakat setempat memanfaatkan aliran sungai curug ini untuk kebutuhan sehari-hari. Baik untuk mengairi sawah hingga menyiram ladang.
Kepala Desa Padasuka, Sholahal Ghina Gunawan mengisahkan, menurut cerita secara turun temurun, Curug Kancil di anggap keramat oleh warga setempat.
Bahkan sempat menjadi tempat liputan salah satu televisi nasional dalam acara Dua dunia dan Dunia lain.
Akses jalan menuju Curug Kancil mudah di kenali. Yakni, di tandai dengan terowongan di bawah lintasan rel kereta api. Sepanjang perjalanan para pengujung di suguhi pemandangan lansekap Garut Utara yang sangat luar biasa.
Dataran pesawahan yang di belah rel kereta api lintas selatan Jawa, Gunung Haruman dan Gunung Guntur terlihat menawan dari kejauhan.
Panorama hijaunya sangat cantik dan bisa di nikmati dari tugu Kodim 0611 Garut di atas sebuah batu besar.
Sayangnya, keindahan Curug Kancil belum sepenuhnya mendongkrak ekonomi warga. Minimnya infrastruktur dan promosi membuat potensi wisata alam ini belum tergarap maksimal.
Karenanya, Dia bersama warga meminta Pemda Garut, provinsi dan pusat memberikan perhatian serius.
“Di Garut tercatat adasekitar 30 air terjun yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun hanya beberapa yang sudah di kelola dengan layak. Kami berharap, Curug Kancil mendapat perhatian untuk di jadikan objek wisata,” ungkap Ghina.
Senada di sampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Cibatu, Uus Sumirat. Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata berperan sebagai katalisator utama pertumbuhan ekonomi.
Fokus utamanya mencakup peningkatan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan serta mendorong pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
Uus menyebut, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Tetapi juga di arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan SDA, budaya dan potensi lokal secara bertanggung jawab.
BACA JUGA:
Ini Penyebab Kasus Perceraian di Garut Melonjak
Oleh karena itu, pengembangan destinasi wisata harus memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya dan kelestarian lingkungan.
Garut memiliki kekayaan SDA yang sangat beragam. Termasuk kawasan pegunungan, hutan, sungai dan air terjun yang berpotensi di kembangkan menjadi destinasi wisata alam.
Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir ini minat wisatawan terhadap wisata berbasis alam (nature-based tourism) terus meningkat seiring berkembangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rekreasi yang sehat, edukatif dan ramah lingkungan.
“Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Garut untuk mengembangkan destinasi yang mampu memberikan pengalaman berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satunya Curug Kancil,” kata Uus.
Curug Kancil punya daya tarik berupa keindahan alam, kondisi lingkungan yang masih alami serta panorama hutan yang masih terjaga.
“Potensi tersebut merupakan modal penting dalam pengembangan ekowisata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Kawasan air terjun ini memiliki peluang untuk di kembangkan sebagai wisata terpadu yang memadukan wisata alam, wisata edukasi, wisata budaya serta pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
BACA JUGA:
Bupati Garut Rapat Penetapan Modal Dasar Perumda Tirta Intan
Pengembangan Curug Kancil masih menghadapi berbagai kendala. Infrastruktur menuju lokasi wisata belum sepenuhnya memadai, fasilitas pendukung masih terbatas, promosi belum di lakukan secara optimal dan sistem pengelolaan destinasi belum terorganisasi secara profesional.
Kondisi tersebut mengakibatkan potensi wisata Curug Kancil belum mampu memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.
Dalam perspektif pembangunan pariwisata modern, pengembangan Curug Kancil juga perlu mengacu pada konsep Pariwisaata Berkelanjutan (Sustainable Tourism) yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, penerapan konsep Pariwisata berbasasi masyarakat menjadi penting agar masyarakat lokal memperoleh manfaatnya.
“Untuk mewujudkan Curug Kancil sebagai destinasi wisata unggulan di perlukan strategi pengembangan yang komprehensif melalui peningkatan kualitas infrastruktur, penyediaan fasilitas wisata, penguatan kelembagaan pengelola, peningkatan kapasitas SDM, promosi digital serta kemitraan antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media,” ungkapnya.
Pengembangan Curug Kancil menjadi penting sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata alam di Kecamatan Cibatu. Keberhasilan pengembangan destinasi ini di harapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Garut.
Sarana dan Prasarana
Saat ini, sarana dan prasarana di kawasan Curug Kancil masih butuh perbaikan atau peningkatan agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan.
Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, akses jalan menuju lokasi, toilet umum, musala, tempat istirahat, kuliner, tempat pentas seni budaya, sistem keamanan dan keselamatan pengunjung.
“Jika di kelola secara profesional, tentunya bisa menjadi destinasi wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ucap Uus.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Organisasi Pemuda Bangun Ekosistem Usaha Mandiri
Selain itu, strategi promosi juga menjadi faktor penting dalam mengenalkan Curug Kancil kepada masyarakat luas. Pemanfaatan media digital, pembuatan konten wisata serta kerja sama dengan berbagai pihak dapat meningkatkan daya tarik dan popularitas destinasi.
Curug Kancil merupakan aset wisata alam yang memiliki potensi besar untuk di kembangkan sebagai destinasi unggulan di Kecamatan Cibatu.
Keindahan alam, kondisi lingkungan yang masih terjaga serta dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam pengembangan kawasan wisata.
Tujuan dan sasaran pengembangan Curug Kancil di arahkan untuk mewujudkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik dari sisi keindahan alam. Tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
(Bambang Fouristian)



