spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KPAID Tasikmalaya-Pangdam III Siliwangi Siap Kampanye Antikekerasan Anak 24 Jam

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Anak-anak adalah pemilik masa depan. Namun kenyataannya hari ini masih banyak yang harus tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan.

Di tengah tantangan perlindungan anak yang masih dinamis di Jawa Barat (Jabar). Khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, sebuah gerakan masif siap di deklarasikan.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan dan Pemkot Tasikmalaya Perkuat Kepesertaan JKN, 142 Ribu Peserta Mandiri Masih Nonaktif

​Bukan sekadar seremonial tahunan biasa, menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2026, KPAID Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Kodam III Siliwangi siap menggebrak lewat kampanye kemanusiaan bertajuk “Anti-Kekerasan pada Anak: 24 Jam Tanpa Jeda” pada 22–23 Juli 2026 mendatang.

​Langkah ini di rancang untuk mengetuk nurani kolektif kita. Sudahkah kita memberikan ruang aman bagi anak-anak dan memenuhi hak hak mereka tanpa ada diskmirinasi.

​Kolaborasi besar ini di inisiasi dari sebuah obrolan hangat pada Selasa (14/7/2026) pagi. Di bawah rindangnya taman Markas Kodam III Siliwangi, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, berdiskusi santai namun mendalam bersama Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih.

​Sambil menikmati secangkir kopi, keduanya menyatukan visi untuk masa depan anak-anak di Jawa Barat. Di balik seragam militernya yang tegas, Mayjen TNI Kosasih menunjukkan empati luar biasa dan berkomitmen penuh untuk hadir langsung ke Tasikmalaya.

​”HAN adalah momentum refleksi bagi kita semua sebagai orang tua. Tugas kita bukan sekadar memberi makan. Namun memastikan mereka tumbuh tanpa diskriminasi, bebas dari rasa takut dan terpenuhi hak-haknya. Benteng pertahanan pertama mereka adalah keluarga,” tegas Mayjen TNI Kosasih.

​Ada alasan kuat mengapa peringatan HAN 2026 di Tasikmalaya akan menjadi sorotan nasional. Kampanye antikekerasan ini akan di gelar selama 24 jam di Gedung Islamic Center Tasikmalaya.

​Aksi estafet terlama ini bahkan telah menarik perhatian serius dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Di tambah lagi, tokoh pelindung anak nasional legendaris, Kak Seto di pastikan hadir langsung untuk mengawal dan menyuarakan gerakan ini.

BACA JUGA:

Program Tasikmalaya CAANG Resmi Diluncurkan, OJK Target Edukasi 98 Ribu Warga

​Sepanjang 24 jam nonstop, ruang publik akan di hidupkan dengan berbagai aktivitas yang berfokus pada suara anak.

​Pentas Seni dan Budaya

Teater anak, pertunjukan musik, pembacaan puisi hingga stand-up comedy yang di bawakan langsung oleh anak-anak.

​Dialog Budaya Interaktif

Ruang diskusi terbuka antara orang tua, anak dan para pembuat kebijakan.

​Aksi Sosial Nyata

Penyerahan santunan bagi anak yatim dan anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kasih sayang nyata.

​Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengingatkan kembali esensi historis Keputusan Presiden (Kepres) RI No44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional. Di tengah maraknya isu kekerasan, momentum HAN 2026 membawa tiga target strategis.

​1. Membangun Kepedulian Multisektor

​Melibatkan sinergi antara keluarga, pelaku usaha, media hingga jajaran pemerintah demi menciptakan ekosistem yang ramah anak. Karakter anak yang hebat bermula dari pola asuh keluarga yang sehat.

​2. Memperkuat Jejaring Pengawasan

​Membangun kolaborasi ketat antara KPAID, organisasi masyarakat, LSM dan media agar tidak ada lagi jeritan atau aduan anak yang terabaikan di sudut-sudut Tasikmalaya.

​3. Edukasi Pola Asuh Positif (Positive Parenting)

​Menyadarkan kembali masyarakat bahwa pelukan hangat, tutur kata lembut dan rasa aman di rumah adalah hak mutlak setiap anak untuk tumbuh menjadi generasi emas.

​Gerakan ini bukan sekadar tugas KPAID atau TNI. Melainkan amanat UU No35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

​”Anak-anak tidak bisa memilih di keluarga mana mereka di lahirkan. Namun kita sebagai orang dewasa memiliki pilihan untuk memberikan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang mereka,” pungkas Ato Rinanto.

​Melalui momentum bersejarah di Tasikmalaya ini, mari ubah rasa prihatin menjadi aksi nyata. Karena satu senyuman anak yang kita selamatkan hari ini adalah investasi terbaik untuk kejayaan bangsa di masa depan.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru