spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Ada Perpeloncoan, 318 Siswa Baru Ikuti MPLS Ramah Anak di SMPN 43 Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 318 peserta didik baru di SMP Negeri 43 Bandung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Pihak sekolah mengusung konsep edukatif sepenuhnya dan membuang jauh-jauh praktik perpeloncoan lama.

Sepanjang kegiatan bergulir, para siswa menyerap berbagai bekal penting mulai dari pendidikan karakter, etika bermedia sosial, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam sebelum resmi memasuki rutinitas belajar.

Baca Juga: Farhan Pastikan Tak Ada Satu Pun Anak di Bandung yang Gagal Masuk Sekolah pada SPMB 2026

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 43 Bandung, Elis Rahmawati, menjelaskan bahwa pihaknya menggelar agenda MPLS ini selama lima hari berturut-turut. Seluruh materi mengacu pada ketentuan resmi Kementerian Pendidikan serta menjawab kebutuhan peserta didik baru agar lebih cepat beradaptasi.

“Selama lima hari. Untuk hari ini pematerinya berasal dari narasumber internal, yaitu guru-guru di sekolah. Besok akan ada materi wajib dan juga materi pilihan. Materi wajib sesuai arahan Kementerian, seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Sapa Pagi Ceria, Etika Bermedia Sosial, serta Budaya Salam Sapa 5S. Semua itu sudah kami laksanakan,” kata Elis di SMPN 43 Bandung, Senin (13/7/2026).

Selain memberikan materi wajib, pihak sekolah juga menyuguhkan materi pilihan yang relevan dengan kebutuhan siswa melalui kolaborasi bersama sejumlah instansi eksternal.

“Untuk materi pilihan kami sesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Misalnya materi tanggap bencana kami mengundang BPBD. Kemudian untuk edukasi kesehatan dan gizi kami bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Jadi anak-anak mendapatkan bekal yang lebih lengkap,” tuturnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, SMPN 43 Bandung menampung total 318 peserta didik baru. Pihak manajemen sekolah membagi ratusan siswa tersebut ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel).

“Untuk siswa baru saat ini berjumlah 318 orang yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar. Mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi,” ucap Elis.

Tidak Ada Toleransi Terhadap Tindakan Senioritas Maupun Perpeloncoan Fisik dan Mental

Elis menegaskan bahwa sekolah menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap tindakan senioritas maupun perpeloncoan fisik dan mental. Selama MPLS berlangsung, para pengurus OSIS hanya memegang mandat sebagai pendamping ramah yang membantu adik kelas mereka mengenali lingkungan sekolah.

“Untuk senioritas tidak ada, apalagi perpeloncoan. Kami justru meminta bantuan pengurus OSIS untuk menjadi pendamping bagi adik-adik kelasnya selama kegiatan berlangsung,” jelasnya tegas.

Di sisi lain, salah seorang peserta didik baru, Aqilah, mengaku sangat gembira karena berhasil menembus sekolah impiannya sejak lama. Ia menaruh harapan besar agar bisa memanen prestasi akademik sekaligus mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pelukis profesional.

“Saya memang ingin sekolah di sini. Cita-cita saya ingin menjadi pelukis. Semoga bisa berprestasi dan mendapat nilai yang tinggi,” ungkap Aqilah penuh semangat.

Aqilah membeberkan bahwa hari pertama MPLS berjalan sangat menyenangkan lantaran ia bisa langsung berinteraksi dengan guru-guru serta kawan baru. Bahkan, ia mengaku sudah mengantongi teman sebangku yang asyik.

“Seru. Tadi upacara, terus banyak kegiatan. Sudah kenal dengan guru dan teman-teman, bahkan sudah punya teman sebangku,” ucapnya riang.

Pengalaman positif serupa juga meluncur dari bibir Ferjian, siswa baru lainnya. Menurut Ferjian, atmosfer MPLS di SMPN 43 Bandung terasa sangat bersahabat dan membuat siswa baru merasa nyaman tanpa ada rasa takut terhadap intimidasi dari senior.

“Senang bisa dapat teman baru. Hari pertama seru. Tidak takut karena tidak ada yang menyuruh macam-macam atau perpeloncoan,” pungkas Ferjian.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru