spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Farhan Pastikan Tak Ada Satu Pun Anak di Bandung yang Gagal Masuk Sekolah pada SPMB 2026

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjamin seluruh anak usia sekolah yang mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 telah mengantongi tempat belajar.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: HKP ke-54, 1.500 Petani Ciamis Ikut Penguatan Inovasi Pertanian

Farhan menjelaskan bahwa seluruh satuan pendidikan mulai dari SD Negeri, SMP Negeri, hingga sekolah swasta di Kota Bandung telah memulai agenda MPLS secara serentak.

“Alhamdulillah hari ini kita memulai MPLS untuk anak-anak SD Negeri dan SMP Negeri, serta sekolah swasta lainnya,” kata Farhan.

Farhan membeberkan, sebanyak kurang lebih 22 ribu siswa baru berhasil masuk ke SD Negeri dan sekitar 19 ribu siswa menembus SMP Negeri. Sementara itu, sekitar 10 ribu siswa lainnya memilih melanjutkan jenjang pendidikan di berbagai sekolah swasta.

Menurut Farhan, seluruh anak yang masuk dalam basis data pendataan kini telah mendapatkan kepastian kursi belajar.

“Dari sekian banyak itu, yang desil 1 sampai desil 5 sudah masuk ke semua sekolah, baik negeri maupun swasta. Jadi Alhamdulillah hari ini tidak ada satu pun anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Sekitar 43 Ribu Siswa Berhasil Mengisi Bangku Sekolah Negeri

Farhan menyebut total siswa yang mengikuti pendataan SPMB di Kota Bandung menyentuh angka 51 hingga 52 ribu orang. Dari akumulasi data tersebut, sekitar 43 ribu siswa berhasil mengisi bangku sekolah negeri, sedangkan sisanya tersebar di lembaga pendidikan swasta.

Farhan memastikan Pemkot Bandung tetap menyalurkan bantuan dana bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta melalui Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Langkah ini bertujuan agar keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangat anak untuk melanjutkan sekolah.

“Sekolah SD dan SMP swasta juga kita bantu melalui program RMP, untuk mereka yang masuk SD dan SMP,” tuturnya.

Meski tahun ajaran baru ini sukses menampung seluruh siswa, Farhan jujur mengakui bahwa pekerjaan rumah terkait pemerataan akses pendidikan di Kota Bandung belum sepenuhnya tuntas.

Farhan mengungkapkan Kota Kembang masih memiliki sejumlah wilayah yang masuk kategori blind spot. Yaitu kawasan padat penduduk yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri dengan akses terjangkau. Kondisi ini menjadi fokus perhatian Pemkot Bandung dalam menyusun cetak biru pengembangan fasilitas pendidikan ke depan.

“Kalau sekolah baru, itu harus ada penambahan, terutama bukan karena masalah jumlah daya tampungnya. Tetapi masalah lokasi dan terutama untuk blind spot. Karena ada beberapa titik yang memang kita akui masih blind spot. Bahkan di Bandung Wetan saja masih ada yang blind spot,” jelas Farhan.

Farhan memaparkan, bagi anak-anak yang terpaksa tidak bisa mengakses jalur formal, Pemkot Bandung telah menyediakan jalur alternatif melalui Sekolah Rakyat maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pihaknya bahkan masih menemukan kasus anak usia sekolah yang sama sekali belum pernah mengecap bangku pendidikan. Sehingga petugas di lapangan langsung mengarahkannya ke program pendidikan kesetaraan.

“Bagi yang tidak melanjutkan, kita arahkan ke Sekolah Rakyat atau ke PKBM kesetaraan. Ada beberapa kasus anak seperti itu, contohnya di Pagarsih ada anak umur 10 tahun yang tidak pernah sekolah, jadi akhirnya kita arahkan ke PKBM,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru