spot_imgspot_img
Kamis 9 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Farhan Pastikan Depo BRT Cicaheum Sudah Siap, Tinggal Tunggu SPKLU dan Kepastian Operator

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicaheum sudah siap beroperasi.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tinggal menunggu pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebelum meresmikan penggunaan depo tersebut.

Farhan menyebut petugas sudah mengosongkan kawasan Terminal Cicaheum sepenuhnya. Pihaknya juga telah merelokasi seluruh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di lokasi tersebut serta memberikan kompensasi yang sesuai.

Baca Juga: Farhan Ungkap Hal Paling Menegangkan Jelang Oprasional BRT Bandung Raya

“Depot Cicaheum sudah siap. Kita lagi menunggu kemungkinan untuk menjadikan Stasiun Hall juga sebagai depo. Kalau itu jadi, keren sih,” kata Farhan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Farhan, langkah krusial berikutnya adalah memasang SPKLU untuk mendukung operasional armada bus listrik.

“Sudah kosong sekarang. Tinggal masuk SPKLU saja. Ada beberapa SPKLU dari Korea yang akan masuk ke sana. Penanganannya lumayan,” ucapnya.

Fasilitas Utama Depo BRT

Farhan menjelaskan bahwa para pedagang di kawasan Cicaheum telah menerima uang kompensasi secara tuntas, mengingat sebagian besar dari mereka berstatus sebagai penyewa kios.

“Sudah selesai. Cicaheum kita sudah berikan kompensasi, karena mereka rata-rata ngontrak. Sudah kita berikan kompensasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan pekerja kini meruntuhkan bangunan kios di area tersebut guna memberi ruang bagi fasilitas utama depo BRT.

“Iya, dibongkar. Karena nanti kan buat depo,” jelasnya.

Farhan mengungkapkan manajemen kemungkinan besar akan mengoperasikan armada bus berukuran besar dengan kapasitas sekitar 50 penumpang. Depo Cicaheum sendiri bakal menampung puluhan unit bus tersebut.

“Ada puluhan bus di sana. Kayaknya kita pakai bus yang besar akhirnya. Yang isinya sekitar 50 penumpang,” ujarnya.

Meski infrastruktur fisik depo hampir rampung, Farhan mengaku masih cemas menunggu kepastian mengenai model pengelolaan operasional BRT. Pasalnya, ada potensi perubahan rencana dari skema awal yang melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai operator.

“Itu dia yang lagi saya deg-degan. Model transportasi bersama para operatornya saya lagi menunggu. Tadinya rencananya akan dilakukan oleh BUMD, tapi kayaknya ada perubahan,” ungkapnya.

Farhan berharap instansi terkait dapat memberikan kepastian pengelolaan ini dalam waktu dekat agar warga Bandung bisa segera menikmati operasional BRT Bandung Raya.

“Mudah-mudahan hari ini saya sudah bisa dapat kepastian,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru