spot_imgspot_img
Jumat 3 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

SPAM Rp10 Miliar di Kota Tasikmalaya Alami Kebocoran, Pasokan Air Bersih Belum Optimal

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau yang tengah melanda saat ini membuat kebutuhan masyarakat akan air bersih melonjak tajam. Sayangnya, sejumlah fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pada tahun 2025 justru belum bisa berfungsi optimal akibat mengalami kebocoran teknis.

Padahal, Pemkot Tasikmalaya menggelontorkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 hingga Rp10 miliar untuk membangun 16 titik SPAM tersebut. Infrastruktur ini awalnya diproyeksikan mampu menyelamatkan warga dari krisis air bersih di tengah ancaman fenomena cuaca El Nino saat ini.

Baca Juga: Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Kota Tasikmalaya Sampaikan Evaluasi Penting

Kepala Sub Bidang Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tasikmalaya, Syafri, membenarkan adanya kerusakan teknis pada beberapa fasilitas SPAM tersebut. Ia menyebut pihak dinas bersama warga kini mulai memperbaiki kebocoran agar air bersih bisa segera mengalir ke rumah-rumah penduduk.

“Memang pembangunannya sudah selesai, namun tidak semua SPAM berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Karena sesuatu hal, salah satunya yang disorot warga adalah bangunan SPAM di wilayah Perumahan Sirnagalih Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya yang mengalami kebocoran, sehingga tidak dapat mengalirkan air,” ungkap Syafri, Jumat (3/7/2026).

Syafri menjelaskan bahwa dinasnya sebenarnya telah menyerahkan seluruh proyek infrastruktur tersebut kepada masyarakat melalui Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Dengan demikian, tanggung jawab pengelolaan dan perawatan harian kini berada di tangan pengurus RT dan RW setempat. Sementara DPUTR hanya berkewajiban melakukan pemantauan rutin.

“Sebanyak 16 titik SPAM yang kita bangun tahun 2025 lalu, anggarannya bersumber dari DAK senilai kurang lebih 10 Miliar. Setelah pembangunan rampung, Infrastruktur ini sudah diserahkan ke warga, sehingga pengelolaan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab warga sekitar,” ujarnya.

Janji Perbaikan SPAM dari DPUTR Kota Tasikmalaya

Meski begitu, Syafri berjanji pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja menghadapi kendala operasional pasca-pembangunan seperti pipa bocor atau pompa mampet.

“Wajar ada kendala setelah pembangunan dan pengoperasiannya oleh warga sekitar. Tapi kami tidak lepas tangan. Jika ada laporan masyarakat terkait masalah teknis di lapangan, kami pun siap membantu dan menindaklanjuti,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat penerima manfaat untuk lebih proaktif menjaga instalasi air tersebut secara mandiri. Terlebih tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah.

“SPAM ini aset bersama. Kalau merawatnya dengan baik, dampaknya akan terasa lebih lama. Apalagi saat kemarau seperti sekarang, Infrastruktur ini tentu sangat masyarakat butuhkant,” imbuhnya.

Kehadiran jaringan perpipaan SPAM ini sebenarnya menjadi angin segar untuk memangkas pengeluaran warga. Biasanya warga sebelum adan SPAM harus membeli air tangki saat sumur mengering. Syafri berharap masyarakat bisa kompak menjaga kebersihan area sumber air dan merawat mesin pompa agar pasokan air mengalir tanpa henti.

“Mengingat musim kemarau yang mungkin akan berlangsung cukup lama, keberadaan SPAM menjadi solusi tepat untuk mendapatkan persediaan air bersih. Sehingga, mari kita jaga dan pelihara fasilitas umum ini demi memberikan manfaat berkelanjutan. Terlebih memberi solusi dalam mengatasi kekurangan air bersih,” pungkas Syafri.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru