PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Langkah berani diambil oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, demi menjaga keselamatan warganya dan kenyamanan wisatawan. Citra mendatangi Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia di Jakarta untuk mengadukan langsung buruknya kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur nasional wilayah Kabupaten Pangandaran.
Dari total 992 titik lampu jalan yang berada di bawah otoritas Kemenhub, sekitar 500 titik atau lebih dari setengahnya saat ini dalam kondisi mati permanen alias padam total.
Lewati Kawasan Hutan Emplak, Jalur Gelap Picu Rawan Kecelakaan
Citra menyampaikan nota keberatan tersebut secara langsung saat menggelar audiensi tatap muka bersama Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Suntana. Didampingi jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Pangandaran, Citra merinci bahwa dari total 992 PJU, sebanyak 772 unit mengandalkan sistem tenaga surya (solar cell) dan sisanya merupakan lampu konvensional.
“Yang menjadi permasalahan, dari 992 titik itu yang mati kurang lebih 500-an. Jadi lebih dari setengahnya mati. Kondisi ini tentu membutuhkan pemeliharaan secepatnya,” tegas Citra melalui unggahan video di akun media sosial resminya, Kamis (2/7/2026).
Bupati perempuan ini menegaskan bahwa masalah kegelapan jalan ini bukan perkara sepele. Banyak ruas jalan nasional di Pangandaran yang membelah kawasan hutan lebat, salah satunya di wilayah Emplak. Ketika malam tiba, hilangnya fungsi PJU menyulap kawasan tersebut menjadi gelap gulita dsn memicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Desak Balai Jalan dan Kemenhub Turunkan Tim Pemeliharaan
Sebagai wilayah dengan status kabupaten termuda atau terbungsu di Jawa Barat, Citra meminta Kemenhub memberikan perhatian khusus dsn segera menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan perbaikan total.
“Besar harapan kami kepada Pak Wamen, persoalan ini sangat penting sekali bagi kami. Minimal ada pemeliharaan agar seluruh lampu yang berjumlah 900-an itu bisa menyala kembali semuanya,” ungkap Citra.
Selain menyasar Kemenhub, Citra juga menuntut koordinasi cepat dan respons aktif dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pengelola infrastruktur jalan. Sektor ini terhitung sangat mendesak mengingat jalur nasional Pangandaran mengemban peran vital sebagai urat nadi logistik. Serta akses utama menuju kawasan pariwisata internasional di pantai selatan Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Citra juga memaparkan sekilas profil daerahnya yang mengayomi sekitar 440.000 jiwa penduduk yang tersebar di 10 kecamatan dsn 93 desa, guna meyakinkan kementerian bahwa Pangandaran membutuhkan dukungan pusat untuk berkembang.
(Sajidin)



