spot_imgspot_img
Minggu 28 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

4 Ribu Warga Banjiri JBBK, Ketua DPC PDI Perjuangan: Jasmerah Bukan Sekadar Slogan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tiga ribu masyarakat memadati kawasan Jalan Baru tembusan Ciawi–Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar). Mereka mengikuti kegiatan Jalan Santai Bulan Bung Karno (JBBK) yang di gelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (28/6/2026).

Sejak pagi hari, peserta dari berbagai kecamatan telah memenuhi lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak registrasi hingga menjelang pelepasan peserta yang menempuh rute sekitar enam kilometer.

BACA JUGA:

Suasana Kafe di Tasikmalaya Mendadak Jadi Arena Senam Massal, Ratusan Lansia Ikut Meriahkan

Kegiatan di buka Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto. Turut hadir jajaran pengurus DPC, PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sebelum jalan santai di mulai, peserta mengikuti senam massal sebagai pemanasan.

Suasana semakin semarak dengan berbagai hiburan rakyat. Termasuk pertunjukan kolosal kreasi bertema Kesatria Karatagan Pahlawan yang di persembahkan komunitas Tasik Muda Bergerak (TMB).

Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan peserta yang memadati lokasi.

Meneladani Perjuangan Bung Karno

Ade Sugianto mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan Bung Karno masih tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, persatuan serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.

“Antusiasme peserta Jalan Santai Bulan Bung Karno menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meneladani perjuangan Bung Karno sebagai proklamator yang lahir dan wafat pada bulan Juni. Beliau meninggalkan nilai-nilai luhur dalam memimpin bangsa hingga mampu membawa Indonesia keluar dari belenggu penjajahan menuju gerbang kemerdekaan,” ujar Ade.

BACA JUGA:

Disambut Tari Lengser, Tim Mabes Polri Datangi Kampung Anti Narkoba di Tasikmalaya

Ia menambahkan, kegiatan seperti jalan santai juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan modal penting untuk mewujudkan kesejahteraan sebagaimana dicita-citakan Bung Karno.

“Ketika masyarakat sehat, energi untuk meraih kebahagiaan dan mewujudkan cita-cita Bung Karno menuju masyarakat yang sejahtera akan semakin besar,” katanya.

Momentum Mengamalkan Nilai Trisakti

Ade menjelaskan, Bulan Bung Karno di peringati setiap bulan Juni sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Ir. Soekarno sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Trisakti dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan pentingnya semboyan Jasmerah agar generasi penerus tidak melupakan perjuangan para pendiri bangsa.

Menurutnya, penghormatan terhadap sejarah harus di wujudkan melalui tindakan nyata dengan mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno. Yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Melalui Bulan Bung Karno, kita di ajak untuk terus menggali, melestarikan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Ade Sugianto menegaskan, Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 mengusung tema “Kawya Athma Kerthi” yang bermakna merayakan jiwa perjuangan Sang Proklamator.

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan Bung Karno tidak hanya di kenang dalam sejarah. Tetapi juga harus di wujudkan melalui karya nyata bagi masyarakat.

Bulan Juni sendiri di pilih karena memiliki sejumlah tonggak sejarah penting bangsa. Mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni hingga hari wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia itu pada 21 Juni.

“Melalui rangkaian kegiatan kreatif, edukatif, olahraga dan kebudayaan, peringatan Bulan Bung Karno di harapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme, mempererat persatuan serta menumbuhkan budaya gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Ade.

(Farhan K)

spot_img

Berita Terbaru