TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menuntaskan rangkaian kunjungan kerja (kunker) dua hari di Kota Tasikmalaya dengan menyapa ribuan warga.
Setelah berdialog dengan kader penggerak komunal, tokoh emansipasi perempuan kelahiran Madura tahun 1967 tersebut menghadiri silaturahmi akbar bersama keluarga besar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026).
Kedatangan menteri dari Kabinet Merah Putih ini memicu antusiasme luar biasa dari para jemaah. Ribuan kader Muslimat NU kompak memadati area masjid dengan mengenakan seragam hijau khas organisasi, menciptakan atmosfer pertemuan yang kental dengan nuansa kekeluargaan dan religius.
Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Menunggu, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Dibangun di Tasikmalaya
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyosialisasikan gerakan optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah tinggal. Ia memotivasi kaum ibu untuk menyulap lahan kosong di sekitar hunian menjadi episentrum ketahanan pangan berskala domestik.
“Ibu-ibu jangan membiarkan pekarangan rumah menganggur tanpa manfaat. Tanami area kosong tersebut dengan sayuran sayur-mayur, cabai, kacang panjang, atau tanaman obat keluarga (toga). Langkah kecil dari rumah ini bakal memberikan dampak masif bagi ketahanan pangan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Arifah Fauzi di hadapan jemaah, Jumat (19/6/2026).
Arifah menegaskan bahwa perempuan Indonesia menguasai peran strategis dalam fondasi domestik dan pembangunan karakter bangsa. Mengingat populasi perempuan mencakup hampir 50 persen dari total penduduk Indonesia. Peergerakan kaum perempuan yang berdaya secara otomatis akan menyelesaikan beragam problematika kesejahteraan keluarga.
Sinergi BPJS di RSIA Sayang Buda, Muslimat NU Tasikmalaya Luncurkan Tiga Program Cantik
Selain urusan pemenuhan gizi dapur, Menteri PPPA menyoroti tajam grafik kasus perundungan. Serta kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih marak di ruang publik. Ia menuntut Muslimat NU untuk memasang barikade proteksi dini di lingkungan sosial masing-masing. Tujuannya agar menghadirkan rasa aman bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis.
Agenda kunker di Masjid Agung ini juga merangkaikan prosesi simbolis penyerahan Surat Keputusan (SK) Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dengan RSIA Sayang Bunda. Rumah sakit yang berada di bawah naungan kepemilikan jemaah Muslimat NU Kota Tasikmalaya tersebut kini resmi melayani pasien jaminan kesehatan nasional secara merata.
Ketua PC Muslimat NU Kota Tasikmalaya, Hj. Iis Nurhayati, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas atensi langsung dari jajaran kementerian pusat. Iis membeberkan bahwa pihaknya telah meluncurkan tiga program inovasi lokal untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan penataan sanitasi.
“Kami menggerakkan tiga pilar program strategis jemaah. Yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan) untuk urusan kebersihan, Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem) untuk pemberdayaan ekonomi, serta Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar) untuk klaster kesehatan keluarga,” jelas Iis Nurhayati.
Sebelum menggelar acara di Masjid Agung, Menteri Arifah Fauzi telah merampungkan serangkaian peninjauan lapangan pada hari pertama kunker.
Agenda tersebut meliputi inspeksi Kebun Pangan Binaan PKK Cikalang, lunjungan edukasi di SDN Hegarsari dan Sekolah Rakyat 41. Serta supervisi fasilitas pelayanan hukum di Kantor UPTD PPA Kota Tasikmalaya.
(Seda)



