CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tumpah ruah memadati halaman Bale Sawala, Selasa (16/6/2026). Masyarakat adat sengaja berkumpul untuk merayakan pergantian Tahun Baru Islam (1 Suro) sekaligus menggelar ritual sakral tahunan Sedekah Bumi.
Masyarakat menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi saat mendatangi lokasi upacara adat tersebut. Mereka kompak memikul jinjingan berisi aneka makanan olahan tradisional, hasil panen kebun, serta rupa-rupa tanaman buah dan sayur yang tumbuh subur di tanah ulayat mereka.
Baca Juga: Senyum 51 Anak Warnai Hari Jadi Ciamis, Herdiat Buka Langsung Khitanan Massal
Sebelum memasuki puncak ritual, warga mengawali kegiatan dengan memanjatkan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Udin. Segera setelah pembacaan doa keselamatan selesai, Ketua Adat Kampung Kuta, Bapak Warja, langsung memandu jalannya prosesi inti ritual Sedekah Bumi dengan penuh khidmat.
“Warga masyarakat di Kampung Adat Kuta konsisten menggelar upacara Sedekah Bumi ini secara turun-temurun. Mulai dari generasi ke generasi,” tutur Kepala Dusun (Kadus) Kuta, Didi, Selasa (16/6/2026).
Refleksi Syukur Hasil Panen, Warga Kampung Adat Kuta Sajikan Bubur Suro Spesial
Didi menjelaskan, masyarakat adat memaknai Sedekah Bumi sebagai ruang refleksi rasa syukur atas limpahan hasil panen tahun ini yang sangat menggembirakan. Selain menjadi bentuk persembahan spiritual kepada Sang Pencipta, agenda tahunan ini juga berfungsi efektif sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar-warga.
Dalam ritual komunal tersebut, setiap keluarga menyumbangkan tumpeng nasi kuning, nasi putih, hingga bubur suro yang sarat makna simbolis. Hidangan tersebut bersanding dengan aneka lauk-pauk yang murni berasal dari sektor pertanian serta sektor peternakan mandiri di dalam Kampung Adat Kuta.
“Melalui ritual Sedekah Bumi ini, kami berharap seluruh warga bisa terus meningkatkan keimanan. Terlebih menebalkan ketakwaan kepada Allah SWT atas segala limpahan rezeki yang telah mengalir selama ini,” tambah Didi.
Menurutnya, momentum sakral Sedekah Bumi yang bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam ini mengemban misi penting untuk memperkokoh kerukunan sosial.
Warga harapannya mampu menyerap makna hijrah yang sesungguhnya. Yaitu berkomitmen melakukan transformasi diri dari pribadi yang baik menuju pribadi yang jauh lebih baik lagi.
(Husen Maharaja)



