spot_imgspot_img
Selasa 16 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jagung Garut Utara Komoditas Unggulan dan Pilar Ketahanan Pangan

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menyebut, Garut Utara selain memiliki kekayaan sejarah, budaya dan pariwisata juga merupakan salah satu kawasan pertanian yang sangat potensial. Yakni komoditas Jagung.

Menurutnya, Jagung telah menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

BACA JUGA:

2.599 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dilepas Bupati Garut

Wilayah-wilayah pertanian Garut Utara. Terutama di Kecamatan Balubur Limbangan telah lama di kenal sebagai sentra budidaya Jagung karena di dukung kondisi agroklimat yang sesuai, lahan pertanian yang luas dan pengalaman panjang para petani.

holil aksan umarzen fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen

“Komoditas Jagung berkembang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat,” ungkap Holil, Selasa (16/6/2026).

Kabupaten Garut sendiri tercatat sebagai salah satu produsen jagung terbesar di Jawa Barat. Dan kawasan Garut Utara memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian tersebut.

Oleh karena itu, jagung tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga dapat di kembangkan sebagai bagian dari agrowisata, wisata edukasi pertanian serta industri pengolahan pangan berbasis masyarakat.

Sementara di bidang ekonomi kreatif, Garut Utara memiliki kekuatan yang sangat khas. Lokasinya di Kecamatan Selaawi yang telah lama di kenal sebagai sentra kerajinan bambu terbesar di Kabupaten Garut.

Jagung Garut Utara fokusjabar.id
Anyaman bambu khas Selaawi

Ketum PM Gatra mengatakan, berbagai produk unggulan di hasilkan oleh para perajin. Di antaranya, sangkar burung berkualitas tinggi, anyaman bambu, lampu hias, perabot rumah tangga, alat musik tradisional dan berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.

BACA JUGA:

Garut Utara Bumi Santri Tatar Sunda

Potensi tersebut membuktikan bahwa kearifan lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing tinggi.

Penguatan ekonomi kreatif tersebut di dukung pula oleh tumbuhnya organisasi profesi dan komunitas masyarakat. Salah satunya Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi).

Organisasi ini menjadi wadah pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya kaum perempuan melalui peningkatan keterampilan, pelatihan dan pengembangan usaha di bidang tata rias pengantin, busana adat, dekorasi, tata boga dan berbagai sektor pendukung industri pernikahan dan pariwisata budaya.

Harpi Garut Utara menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada Sumber Daya Alam (SDA). Tetapi juga pada kualitas SDM yang kreatif, mandiri dan berdaya saing.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru