spot_imgspot_img
Senin 15 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Desa Awiluar Ciamis Gelar Lomba Pawai Obor

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa (Pemdes) Awiluar, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggebrak malam pergantian tahun dengan menyelenggarakan perlombaan pawai obor massal, Senin malam (15/6/2026). Aparatur desa mengemas pesta rakyat bernuansa religi ini guna menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kepala Desa Awiluar, Momon Abdul Rahman, mengonfirmasi langsung kesiapan pelaksanaan festival obor tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat dari tiap rukun tetangga dan rukun warga se-Desa Awiluar siap tumpah ruah memadati jalur pawai guna menyemarakkan syiar Islam di wilayah mereka.

“Kami menjadwalkan sepak mula perlombaan pawai obor ini meluncur tepat pukul 18.00 WIB. Barisan peserta akan mulai bergerak menyusuri jalan desa sesaat setelah mereka menuntaskan ibadah salat Magrib berjamaah,” jelas Momon Abdul Rahman, Senin (15/6/2026).

CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot ; Player kegiatan lomba pawi obor

Momon menguraikan bahwa panitia menetapkan regulasi ketat dengan menyusun empat kriteria utama sebagai indikator penilaian performa para peserta di jalanan. Poin penentu pertama menitikberatkan pada aspek kekompakan tim serta kemeriahan barisan yang tersaji di lapangan. Tim juri akan memantau langsung tingkat kehadiran, persentase partisipasi warga per kampung, keseragaman barisan, hingga pancaran semangat serta antusiasme massa.

Saring Desain Unik Ornamen Islami, Pemdes Awiluar Siapkan Panggung Tablig Akbar

Indikator penilaian berikutnya yang menjadi rapor krusial para peserta adalah faktor kreativitas dan inovasi bentuk obor. Panitia menuntut warga untuk menampilkan hiasan-hiasan unik yang mampu mencuri perhatian dewan juri di sepanjang rute pergerakan.

“Tim penilai akan memberikan poin tambahan bagi rombongan yang menampilkan keunikan desain, keindahan dekorasi, penyematan ornamen khas Islami, hingga kecerdasan dalam memanfaatkan bahan baku pembuatan obor secara mandiri,” jelas Momon.

Selain performa visual dan manajemen barisan, lantunan yel-yel sholawat serta pesan syiar Islam bertindak sebagai pilar penilaian ketiga yang tidak kalah menentukan. Juri akan mengukur tingkat kekompakan vokal dan kedalaman isi pesan religius yang tersampaikan. Terlebih penilaian heroisme syiar, hingga kepatuhan terhadap adab serta sopan santun di jalanan demi menyabet predikat sebagai tim terbaik.

Momon menegaskan bahwa kemeriahan malam satu Suro atau awal Muharam di wilayahnya tidak berhenti pada pendar cahaya obor bambu semata. Guna mempertebal esensi spiritual warga, Pemdes Awiluar mengombinasikan festival budaya tersebut dengan pergelaran Tablig Akbar massal. Serta kompetisi panggung Parade Dai Cilik.

Seluruh rangkaian acara keagamaan ini memanen dukungan penuh dari tokoh agama, pemuda, dan segenap lapisan masyarakat. Sinergi yang kuat ini menggaransi atmosfer perayaan malam pergantian tahun baru Islam di Kecamatan Lumbung bakal berlangsung semarak, aman, dan sarat akan nilai edukasi religi bagi generasi muda.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru