TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema nan syahdu dari pelataran Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat malam (12/6/2026). Momentum religius tersebut menandai peresmian pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) Ke-XVI tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2026 oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
Prosesi pembukaan agenda tahunan ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Wali Kota Tasikmalaya menandai seremonial peresmian lewat pembukaan replika Mushaf Al-Qur’an berukuran jumbo di atas panggung utama. Ratusan pasang mata penonton juga terpaku menyaksikan kemegahan defile kafilah dari 10 kecamatan yang unjuk gigi menampilkan kreativitas islami dalam karnaval pembuka.
Suasana malam pembukaan semakin semarak saat kolaborasi musisi lokal Iman Nada bersama Natural Project menyuguhkan pertunjukan musikal kolosal religius, yang sukses memancing decak kagum ratusan undangan di halaman Masjid Agung.
Manajemen LPTQ Kota Tasikmalaya memusatkan seluruh rangkaian kompetisi MTQH Ke-XVI ini di kompleks Masjid Agung selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Minggu (12-14 Juni 2026). Kebijakan memusatkan lokasi lomba ini berbeda dari edisi tahun-tahun sebelumnya yang bergulir secara terpisah di masing-masing wilayah kecamatan. Pihak pemerintah kota sengaja memilih Masjid Agung guna menegaskan fungsinya sebagai pusat dakwah dan syiar Islam di Kota Tasikmalaya.
“Kami sengaja memusatkan kegiatan di sini agar gema suci Al-Qur’an dan syiarnya terasa jauh lebih masif oleh publik. Masjid Agung merupakan marwah, jangkar sejarah, sekaligus simbol utama nilai-nilai religius di kota ini,” ujar Viman Alfarizi Ramadhan saat memberikan keterangan, Sabtu (13/6/2026) malam.
Kerahkan 350 Peserta, Wali Kota Viman Targetkan Tasikmalaya Tembus 5 Besar Jabar
Viman menegaskan bahwa pelaksanaan MTQH Ke-XVI bukan sekadar ajang adu bakat seni membaca kalam ilahi. Lebih dari itu, pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan komunal terhadap Al-Qur’an, mempertebal rasa takwa, sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang religius, unggul, dan berbudaya di tatar Kota Santri.
Ia menilai kegiatan suci ini bertindak sebagai benteng spiritual bersama demi memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT untuk kemajuan pembangunan Kota Tasikmalaya dan kedaulatan NKRI.
Terkait peta prestasi di level regional, Viman membakar semangat para kafilah dengan memasang target baru yang lebih berani. Merujuk pada hasil MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat edisi sebelumnya, kafilah Kota Tasikmalaya harus puas bertengger di peringkat ke-8.
“Kota Tasikmalaya memiliki modal dan potensi yang sangat besar. Ratusan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan tumbuh subur di seluruh sudut wilayah, lengkap dengan ketersediaan stok penghafal (tahfidz) yang menjanjikan. Modal dasar inilah yang akan kami maksimalkan untuk mencetak qari-qariah berprestasi dunia yang mampu mengharumkan nama Tasikmalaya di panggung provinsi, nasional, hingga internasional,” papar Viman.
LPTQ Jawa Barat Puji Konsistensi Anggaran Pemkot Tasikmalaya
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua III Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Barat, H. Dede Suherman. Ia mengingatkan para peserta bahwa esensi hakiki dari MTQH bukanlah tentang perebutan trofi juara atau bonus uang tunai. Melainkan bagaimana membumikan kandungan suci Al-Qur’an agar masyarakat mampu mempelajari, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dede secara khusus memuji komitmen tinggi jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia menyebut pemerintah tetap konsisten mengawal anggaran penyelenggaraan MTQH Ke-XVI. Meskipun kondisi keuangan daerah tengah menghadapi berbagai skema pengetatan dan keterbatasan.
“Denyut nadi pesantren di kota ini sangat hidup dan lembaga keagamaannya begitu kuat. Konsistensi Pemkot Tasikmalaya di tengah keterbatasan anggaran ini membuktikan bahwa wilayah ini memang sangat layak menyandang predikat abadi sebagai Kota Santri yang religius dan islami,” ungkap Dede Suherman.
Hingga hari terakhir penutupan, antusiasme warga lokal tetap berada di grafik tertinggi. Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati area stan pameran dan panggung utama di Masjid Agung. Mereka mengawal pergerakan para juara baru yang siap mengemban misi kebangkitan prestasi Kota Tasikmalaya di tingkat Jawa Barat.
(Seda)



