spot_imgspot_img
Jumat 5 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disnaker Ciamis Optimistis Job Fair Berkontribusi Turunkan Pengangguran 2027

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis melayangkan nada optimistis tinggi terkait masa depan ketenagakerjaan daerah. Instansi pimpinan Dase Fadlil Yusdy Mubarok tersebut meyakini kesuksesan agenda Job Fair Ciamis 2026 bakal memberikan kontribusi nyata dalam memangkas angka pengangguran di Tatar Galuh secara signifikan pada tahun 2027 mendatang.

Rasa percaya diri ini membubung seiring membeludaknya antusiasme warga dalam menyerbu bursa kerja tersebut. Berlangsung selama dua hari penuh di Kompleks Islamic Center Ciamis, 4-5 Juni 2026, agenda ini sukses menyedot perhatian ribuan pencari kerja lokal.

Baca Juga: Bupati Ciamis Beri Bonus Dadakan Rp27 Juta untuk Peserta Turnamen Voli Putri Bupati Cup 2026

Catatan resmi panitia menunjukkan sebanyak 6.130 pelamar memadati area pameran guna memperebutkan ribuan peluang karier yang tersaji dari berbagai korporasi besar.

Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, menegaskan bahwa pemerintah daerah sengaja mendesain Job Fair sebagai instrumen taktis untuk menjembatani para pencari kerja dengan pihak perusahaan secara tatap muka langsung tanpa perantara.

“Job Fair ini menjadi salah satu instrumen yang kami dorong untuk membantu menurunkan angka pengangguran. Semakin banyak pencari kerja yang terserap, maka akan semakin besar kontribusinya terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Ciamis pada tahun 2027,” ujar Dase, Jumat (5/6/2026).

Bidik Sektor Inklusif Tahun Depan

Dalam perhelatan tahun ini, Disnaker Ciamis berhasil merangkul 22 perusahaan bonafide. Korporasi-korporasi tersebut membuka total 5.449 lowongan pekerjaan yang mencakup berbagai sektor usaha. Yakni mulai dari tingkat lokal hingga penempatan luar daerah untuk beragam jenjang kelulusan pendidikan.

Dase menilai, membeludaknya angka kehadiran pelamar membuktikan bahwa masyarakat masih membutuhkan akses informasi yang cepat dan transparan mengenai peluang kerja. Kondisi ini sekaligus memicu pemerintah daerah untuk mempererat sinergi dengan dunia industri.

Pemerintah mengincar target serapan yang ambisius dari bursa kerja ini. Dase berharap dunia usaha mampu menampung sekitar 30 hingga 50 persen dari total pelamar yang mengikuti seleksi. Hal itu sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan internal masing-masing manajemen perusahaan.

Menatap masa depan, Dase menggarisbawahi bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak melulu soal ketersediaan lowongan. Namun juga kesenjangan kompetensi SDM dengan kebutuhan industri. Oleh sebab itu, Pihaknya terus memperkuat kemitraan segitiga antara perusahaan, lembaga pendidikan, dan pusat pelatihan kerja.

Tak hanya itu, Ia juga sudah merancang draf pengembangan untuk bursa kerja tahun depan. Mereka berkomitmen memperluas jaringan korporasi serta menyajikan kuota lowongan kerja yang lebih ramah dan inklusif bagi kelompok penyandang disabilitas.

“Kami ingin Job Fair ke depan semakin besar, semakin banyak perusahaan yang terlibat, dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat. Termasuk membuka kesempatan kerja yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas,” pungkas Dase.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru