spot_imgspot_img
Kamis 4 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Pangandaran Ungkap Fakta Pembangunan Jembatan Jaya Perkasa

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id:‎ Jembatan Sodongkopo yang kini berganti nama menjadi Jembatan Jaya Perkasa menjadi salah satu infrastruktur strategis di Kabupaten Pangandaran.


‎Jembatan penghubung kawasan Bandara Nusawiru dengan objek wisata Pantai Batukaras itu berada di Kecamatan Cijulang.

‎Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan Iwan Ridwan mengungkapkan, jembatan tersebut di bangun atas kolaborasi baik antara mantan bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dengan mantan gubernur Ridwan Kamil.
‎
‎Pembangunan tersebut di bangun secara bertahap. Tahap awal dimulai 9 Juli 2023 dengan anggaran sekitar Rp 72 miliar hingga Rp 74 miliar dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎”Namun pembangunannya tidak selesai dalam satu tahun anggaran, kata Iwan kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

‎Saat itu, Pembangunan jembatan sempat terhenti di era Ridwan Kamil. Setelah diisi oleh penjabat (PJ) Gubernur Bey Machmudin, Jeje kembali melobi PJ Bey.

‎Upaya lobi membuahkan hasil, Pemerintah provinsi kemudian menganggarkan kembali Rp 55,4 miliar untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

‎”Alhamdulillah Per Januari 2025 proyek itu telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran APBD Jawa Barat,” kata iwan.

‎Sementara itu, Dedi Mulyadi baru dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada Februari 2025. Artinya, proses penganggaran telah selesai sebelum ia resmi menjabat.

‎Terkait pergantian nama jembatan oleh Dedi Mulyadi, Iwan mengaku tidak mempersoalkan hal tersebut karena penganggaran murni dari Provinsi Jawa Barat.

‎Namun, ia menilai perlu ada pemahaman yang utuh mengenai proses penganggaran. Tujuannya agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.


‎”Mangga, silahkan saja karena memang pendanaannya dari APBD Provinsi. Tapi saya menyampaikan fakta bahwa jembatan tersebut hasil loby Pa Jeje Wiradinata. Pada saat itu beliau sebagai Bupati Pangandaran malakukan komunikasi kepada Kang Emil sebagai gubernur, kemudian ke Pj. Gubernur Pa Bey,” kata Iwan.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru