BANDUNG,FOKUSJabar.id: KONI Provinsi Jawa Barat selaku Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV menggelar rapat koordinasi (rakor) kilat bersama seluruh technical delegate cabang olahraga. Pertemuan strategis yang mengambil tempat di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026) ini bertujuan mematangkan seluruh sisa persiapan multievent olahraga empat tahunan terbesar di Tanah Pasundan tersebut.
Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana, memaparkan bahwa pihaknya sengaja mempercepat rakor bersama technical delegate ini demi menyiasati keterlambatan koordinasi dari tiga daerah yang memegang status tuan rumah utama Porprov Jabar XV, yakni Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok.
Kendati demikian, Budiana menegaskan bahwa hambatan komunikasi ini sama sekali tidak berarti ketiga kota tersebut pasif dan berdiam diri. Sebaliknya, masing-masing wilayah sudah mengeksekusi berbagai persiapan teknis, pembenahan venue, hingga pematangan anggaran dengan grafik yang positif.
“Menjadi tuan rumah sebuah multieven olahraga ini merupakan pengalaman perdana bagi tiga kota ini. Sehingga pasti ada hal-hal yang terlewati sehingga kami dari Panwasrah selalu mengingatkan. Dan koordinasi dengan technical delegate ini salah satunya,” tutur Budiana.
Panwasrah Beberkan Peran Baru Technical Delegate dan Mitigasi Keamanan Venue
Ketua Panwasrah Porprov Jabar XV, Andrian Tejakusuma, menambahkan bahwa rakor berskala besar ini lahir dari rahim evaluasi setelah timnya merampungkan agenda monitoring dan evaluasi (monev) di tiga kota penyelenggara. Salah satu fokus utama monev tersebut menyoroti urgensi pembentukan panitia pelaksana (panpel) pertandingan di setiap cabang olahraga.
“Untuk itu, technical delegate menjadi unsur penting dalam pembentukan panpel ini. Sehingga memerlukan koordinasi yang baik dengan setiap tuan rumah,” ucap Andrian yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Jabar tersebut.
Andrian menjabarkan bahwa Panwasrah kini memberikan beban tanggung jawab baru kepada para technical delegate. Selain wajib menjamin kelancaran arus pertandingan di cabor masing-masing, mereka juga harus mampu menyusun skenario antisipasi keamanan hingga sistem mitigasi kesehatan darurat di dalam venue.
Pihak panitia juga meminta setiap perwakilan cabor untuk mutlak memahami seluruh regulasi Porprov Jabar XV. Regulasi yang mengikat proses registrasi atlet, tahap entry by number, hingga validasi entry by name. Aturan ketat ini bertugas merangkul seluruh kontingen daerah agar bisa mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka. Tentyunya atlet yang sudah mengantongi tiket lolos dari babak kualifikasi.
Kesiapan Penuh Tiga Tuan Rumah Utama
Hingga saat ini, Andrian memastikan tiga tuan rumah utama maupun tiga daerah pendukung telah melayangkan sinyal hijau. Kemudian masing-masing daerah menyatakan kesiapan penuh mereka untuk menggelar pesta olahraga ini.
“Dari hasil monev yang kita lakukan, Alhamdulillah seluruh tuan rumah Porprov Jabar XV sudah siap dalam menggelar setiap pertandingan di ajang multieven ini. Mereka sudah menyatakan kesiapan dan menyampaikan kerangka persiapan hingga pelaksanaan,” kata Andrian.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Pertandingan Panwasrah Porprov Jabar XV, Yunyun Yudiana, mengingatkan bahwa kebijakan technical delegate dalam menentukan kuota atlet di setiap nomor perlombaan akan sangat memengaruhi durasi waktu pertandingan di lapangan.
“Ini akan berdampak pada lamanya waktu pertandingan, efisiensi, kebutuhan dan kesiapan venue. Melalui rakor ini, kami dari Panwasrah berharap technical delegate sudah memahami ini. Termasuk memahami sistem yang diterapkan dalam Porprov Jabar XV tahun 2026 ini,” pungkas Yunyun.
(Ageng)



