TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Sekretaris Menteri Koperasi (Sesmenkop) RI, Ahmad Zabadi usai berkunjung ke kawasan Tugu Koperasi, Jalan Mohammad Hatta No63, Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Senin (1/6/2026) kemarin.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara menerima kunjungan Sesmenkop RI di ruang Utama Kantor Koperasi Dekopinda.
BACA JUGA:
Raisha Nacita Putriwiki Siswi SMPN 1 Kota Tasikmalaya Raih Emas Kejurnas Taekwondo 2026
Kabarnya, kunjungan Sesmenkop RI ke Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai persiapan dalam menyambut peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Juli 2026.
Ahmad Zabadi meninjau area Tugu koperasi untuk memastikan kondisinya representatif jika di jadikan sebagai tempat peringatan Harkopnas.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara mengungkapkan, pemerintah pusat tengah mempertimbangkan Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Harkopnas 2026.
“Pak Sesmenkop melihat langsung kondisi lokasi untuk memastikan kesiapan. Kami masih menunggu keputusan resmi terkait hal tersebut,” ungkap Dicky Candra.
Menurut Dia, dalam kunjungan tersebut selain membahas peringatan Harkopnas, juga terkait rencana Kementerian Kebudayaan untuk menjadikan kawasan Tugu Koperasi sebagai kawasan cagar budaya.
BACA JUGA:
Curi Motor di Tasikmalaya, Pelaku Ditangkap Polisi di Majalengka
Langkah tersebut sejalan dengan nilai historis yang di miliki Kota Tasikmalaya dalam perjalanan gerakan koperasi di Indonesia.
“Kongres pertama gerakan koperasi di selenggarakan di Tasikmalaya pada tanggal 12 Juli 1947. Momentum itulah menjadikan tanggal 12 Juli setiap tahunnya di peringati sebagai Hari Koperasi Indonesia,” katanya.
Dicky Candra berharap, peringatan Hari Koperasi Nasional dapat di sinergikan dengan pencanangan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya yang sudah memiliki konsep dasar yang jelas serta sejarahnya.
“Kota Tasikmalaya memiliki akar sejarah dan kultur koperasi yang kuat. Karena itu, pengembangan koperasi di daerah ini bukanlah sesuatu yang baru. Melainkan bagian dari identitas yang telah tumbuh sejak lama serta harus di perkuat sebagai sejarah pergerakan perkoperasian di tanah air,” ungkap Dicky.
BACA JUGA:
Hari Terakhir Jadi Plh Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Terima Kehormatan dari Sultan Kacirebonan
Dia menyebut, Tasikmalaya di kenal banyak melahirkan tokoh-tokoh besar tanah air yang berkecimpung di berbagai bidang. Dan semangat koperasi juga telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah perkoperasian di daerah.
“Kalau berbicara pengembangan koperasi di Kota Tasikmalaya, ini bukan hal baru. Bahkan penetapan Hari Koperasi yang di peringati setiap 12 Juli berangkat dari Kongres Koperasi pertama yang di laksanakan di Kota Tasikmalaya. Tugu Koperasi juga berdiri di kota ini sebagai simbol nyata lahirnya sejarah koperasi di tanah air,” paparnya.
Lahirnya kebijakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih hingga berkembang menjadi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga memiliki keterkaitan erat dengan kondisi Kota Tasikmalaya. Di mana yang secara administratif kelurahan.
“Saya katakan, ini ada kaitannya dengan keberadaan kelurahan sebagai wilayah administratif di Kota Tasikmalaya. Sehingga menjadi salah satu alasan munculnya skema koperasi Desa/kelurahan yang kini menjadi bagian dari program prioritas nasional,” tutupnya.
(Seda)



