DEPOK,FOKUSJabar.id: Masyarakat Kota Depok menuntaskan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan aman, tertib, dan kondusif. Agenda keagamaan tahunan ini tidak hanya menunjukkan lonjakan partisipasi warga, melainkan juga memicu perputaran roda ekonomi daerah yang sangat signifikan hingga menyentuh angka ratusan miliar rupiah.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melansir data resmi hingga Jumat (29/5/2026), yang merekam total pemotongan hewan kurban di wilayah tersebut menembus angka 30.187 ekor.
Baca Juga: Bupati Sumedang Cup Volume 1 Resmi Digelar, Hadirkan 130 Atlet dari Berbagai Daerah
Secara rinci, para panitia kurban menyembelih sebanyak 7.812 ekor sapi, 22.349 ekor kambing dan domba, serta 26 ekor kerbau. Grafik ini membuktikan betapa tingginya antusiasme kaum muslimin di Kota Depok untuk menunaikan ibadah kurban pada musim haji tahun ini.
Jika menyandingkannya dengan data Iduladha musim lalu, volume pemotongan hewan kurban kali ini mengalami kenaikan sebesar 4,04 persen. Sebab, pada tahun 2025 silam, DKP3 Kota Depok hanya mencatat angka pemotongan sebanyak 29.015 ekor.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok, Harry Adam Fauzi, melemparkan apresiasi atas keberhasilan ini. Menurutnya, kelancaran proses kurban merupakan buah manis dari sinergi kokoh antara pemerintah daerah, para panitia di lapangan, serta warga yang taat menjaga higienitas selama penyembelihan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban di Kota Depok tahun ini berjalan lancar. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berkurban juga terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Harry Adam Fauzi, Sabtu (30/5/2026).
Ibadah Kurban Sumbang Perputaran Uang Rp348,9 Miliar
Geliat ketakwaan umat muslim Depok ini pun menstimulus dampak finansial yang luar biasa di tingkat lokal. DKP3 Kota Depok mengalkulasi nilai perputaran uang dari seluruh aktivitas niaga hewan kurban pada Iduladha 2026 ini sukses menembus estimasi Rp348,9 miliar.
Peternakan memperoleh proyeksi angka fantastis tersebut lewat formulasi pendekatan rata-rata bobot hidup hewan serta tren harga daging yang berlaku di pasar. Dalam rumus hitungan tahun ini, petugas mengasumsikan satu ekor sapi memiliki berat bersih rata-rata 500 kilogram dengan patokan harga jual Rp72.000 per kilogram.
Sementara itu, petugas mengukur bobot kambing dan domba pada kisaran 25 hingga 40 kilogram per ekor. Untuk komoditas kerbau, tim penilai menyesuaikan harganya dengan fluktuasi pasar aktual saat periode penyembelihan tiba.
Sebagai pembanding, tim penilai ekonomi pada Iduladha tahun 2025 lalu memakai asumsi bobot sapi yang lebih rendah. Yakni di angka rata-rata 450 kilogram. Skema perhitungan tahun lalu itu menelurkan estimasi nilai ekonomi sebesar Rp314,2 miliar.
Pergeseran variabel berat rata-rata serta melesatnya jumlah populasi hewan kurban yang masuk ke meja potong menjadi faktor kembar yang mengatrol nilai transaksi finansial di Depok tahun ini.
Harry menegaskan bahwa ritual kurban mengemas esensi yang jauh lebih luas daripada sekadar rutinitas ibadah vertikal. Dinamika tahunan ini terbukti sukses menggerakkan jaring pengaman sosial sekaligus menghidupkan ekosistem bisnis peternak kecil secara instan.
“Selain sebagai bentuk ketaatan beribadah, kurban juga menjadi sarana untuk berbagi serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal,” kata Harry.
(Jingga Sonjaya)



