spot_imgspot_img
Sabtu 30 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bandung Vintage Market Kembali Hadir Manjakan Pecinta Barang Antik

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Riuh rendah Kota Bandung di libur panjang akhir pekan ini terasa sedikit berbeda. Bagi para pecinta memorabilia dan kolektor barang lawas, magnet utama kota ini sedang tertuju pada sebuah ruang penuh nostalgia di pusat kota.

Setelah sukses menyedot perhatian pada volume satu hingga empat terdahulu, gelaran Bandung Vintage Market Volume 5 resmi kembali digelar. Kali ini, ruang pameran mengambil tempat di Serhaya Hall, sebuah area ikonik di dalam Gedung Kantor Pos Jalan Asia Afrika atau Pos Alun-alun Bandung.

Baca Juga: Persib Berikan Penjelasan Resmi Terkait Transfer Ban FIFA

Panitia Penyelenggara Denny Kusumah mengungkapkan keputusan untuk kembali menggelar event ini merupakan jawaban langsung atas antusiasme para penggemar barang antik yang kian hari kian meningkat pesat.

Menariknya, pesona barang-barang tempo dulu yang dipamerkan di sini tidak lagi sekadar memikat warga lokal atau kolektor nasional. Pasar lawasan Bandung terbukti telah naik kelas dan memiliki taji di tingkat internasional.

Di sela kesibukan pameran, Denny menceritakan beberapa pemburu barang antik. Bahkan sengaja terbang dari luar negeri demi menghadiri acara yang berlangsung sejak tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2026 ini.

“Salah satunya ada Jemmy, seorang kolektor asal Malaysia,” kata Denny.

Berburu Barang Jadul Bernilai Tinggi

Jemmy mendarat di Kota Kembang sehari sebelum acara mulai. Hal itu demi memastikan dia tidak kehilangan start untuk berburu barang-barang jadul bernilai tinggi.

Bagi Jemmy, Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama dalam radar perburuannya. Selain karena faktor harga yang relatif lebih ramah di kantong, Indonesia secara umum menyimpan banyak sekali barang yang memiliki kedekatan emosional dan nilai nostalgia.

“Saya sengaja datang ke Bandung, karena sering mendapatkan barang langka yang sulit di temukan di sana (Malaysia),” kata Jemmy.

Ikatan historis dan banyaknya kesamaan budaya masa lalu antara Indonesia dan Malaysia membuat barang-barang di sini terasa sangat familier namun langka. Jemmy mengaku kerap membawa pulang “harta karun” dari Bandung yang sudah mustahil dia temukan lagi di negaranya sendiri.

Di dalam Serhaya Hall, pengunjung langsung disambut oleh jajaran koleksi langka yang kini sudah sangat sulit ditemui di kehidupan sehari-hari. Mulai dari alunan syahdu Gramofon tua pemutar piringan hitam dan jajaran sepeda roda besar khas abad ke-19 (Penny Farthing). Hingga replika atau unit mobil retro berbentuk bulat ikonik yang memanjakan mata. Semua sudut penuh dengan ratusan pernak-pernik jadul yang sarat akan cerita sejarah.

Bagi masyarakat atau pelancong yang sedang menghabiskan waktu libur panjang di Bandung dan ingin merasakan langsung atmosfer lorong waktu ini, Bandung Vintage Market Volume 5 masih akan membuka pintunya hingga 1 Juni 2026 mendatang.

Pameran ini beroperasi setiap hari mulai pukul 8.00 hingga 20.00 WIB. Kemudian siap menyambut siapa saja yang ingin sekadar bernostalgia atau pulang membawa sepotong kisah dari masa lalu.

(LIN

spot_img

Berita Terbaru