spot_imgspot_img
Jumat 29 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kejar Juara Umum Porprov 2026, Bandung Renovasi SOR dan Perkuat Kesejahteraan Atlet

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan seluruh persiapan demi menghadapi perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV tahun 2026. Kota Kembang memegang peran ganda yang krusial pada edisi ke-15 ini, yakni sebagai kontingen peserta kompetisi sekaligus bertindak sebagai tuan rumah pendukung multieven olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengungkapkan bahwa panitia besar telah menunjuk Kota Bandung untuk menyelenggarakan pertandingan lima cabang olahraga utama serta satu cabang olahraga eksibisi. Keenam cabang tersebut meliputi softball, baseball, soft tennis, tenis, woodball, serta cabang eksibisi trail run.

Baca Juga: Persib dan Efek Positifnya bagi Ekonomi serta Pariwisata Bandung

“Secara persiapan sebagai tuan rumah pendukung Porprov Jabar XV, kita akan memaksimalkan beberapa fasilitas olahraga yang sudah ada (existing). Seperti lapangan tenis Taman Maluku, lapangan softball Lodaya, serta venue milik Pemprov Jabar,” kata Sigit, Jumat (29/5/2026).

Sigit menambahkan, pihaknya akan terus membenahi dan merevitalisasi seluruh venue tersebut agar mampu memenuhi standar pertandingan baku dari pengurus provinsi. Sebagai langkah antisipasi, Dispora Kota Bandung juga sudah menyiapkan sejumlah opsi venue alternatif, baik yang berada di bawah aset pemerintah kota, instansi mitra, maupun pihak swasta.

Selain mengunci kesiapan arena bertanding, Pemkot Bandung juga telah merancang fasilitas pendukung lain secara terperinci, mulai dari pembentukan struktur kepanitiaan lokal hingga penyediaan akomodasi dan armada transportasi bagi para kontingen tamu.

“Kalau dari sisi anggaran, meski dalam kondisi terbatas, kita akan berupaya semaksimal mungkin agar Kota Bandung bisa memberikan kontribusi maksimal untuk kesuksesan Porprov Jabar XV. Kita terus maksimalkan perjuangan anggaran ini ke dewan dan TAPD, selain sebagai tuan rumah, kita pun sebagai peserta yang mengincar juara umum,” ujar Sigit.

Modernisasi Tiga Kompleks Olahraga Utama Demi Misi Sport Tourism

Langkah renovasi sejumlah sarana olahraga ini juga mengusung misi jangka panjang. Pemerintah daerah memproyeksikan area tersebut bukan sekadar untuk arena laga alternatif Porprov. Namun juga sebagai kawah candradimuka tempat berlatih para atlet andalan Kota Bandung di masa depan.

Kepala Bidang Pembinaan Infrastruktur Dispora Kota Bandung, H. Iwan Kasmara Suharna, menyebutkan pembenahan fasilitas olahraga ini berjalan selaras dengan visi besar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Beliau ingin menyulap Kota Jasa ini menjadi magnet wisata olahraga (sport tourism) unggulan.

“Ada tiga sarana olahraga yang akan kita renovasi. Ketiga sarana olahraga tersebut yakni SOR Lodaya, SOR Pajajaran, dan SOR Tegallega. SOR Lodaya akan melaksanakan penataan ulang untuk membangun lapangan sepak bola dengan gedung olahraga dua tingkat. Hal yang sama akan SOR Tegallega laksanakan,” ucap Iwan.

Sementara untuk kompleks SOR Pajajaran, Dispora akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu lantaran kepemilikan aset tanah dan bangunan di kawasan tersebut sebagian besar merupakan milik pemprov. Intinya, pihak dinas berkomitmen merapikan SOR Pajajaran menjadi kawasan olahraga yang jauh lebih representatif dan layak.

Guyur Insentif dan Jaminan BPJS demi Target Juara Umum

Dari sisi kesiapan kontingen, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung mengambil langkah agresif. Hal itu demi memutuskan tren negatif di tiga edisi Porprov sebelumnya. Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi, menegaskan bahwa pihaknya tengah menggenjot performa fisik dan mental para atlet di 78 cabang olahraga. Total kekuatan yang akan memperkuat kontingen Kota Bandung mencapai 1.181 personel.

Nuryadi menjelaskan setelah seluruh atlet menyelesaikan rangkaian tes fisik, KONI langsung menggelontorkan dana operasional cabang olahraga. Serta mencairkan uang insentif bulanan. Perhatian khusus ini menyasar para atlet yang masuk dalam kategori Tunjangan Prestasi (Tupres) serta program Pelatihan Kecabangan Khusus (Latcabsus).

“Kami pun memberikan jaminan kesehatan dengan menggandeng beberapa rumah sakit. Lalu asuransi ketenagakerjaan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, hingga mempersiapkan untuk kesejahteraan atlet ke depan. Dengan berbagai upaya ini, kita berharap atlet makin serius dan tenang dalam berlatih. Sehingga target juara umum bisa tercapai,” kata Nuryadi.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru