DEPOK, FOKUSJabar.id: Perayaan Hari Raya Iduladha identik dengan sajian olahan daging kurban yang di nikmati bersama keluarga maupun kerabat. Salah satu menu yang paling banyak diminati masyarakat ialah daging bakar karena memiliki aroma dan cita rasa khas yang menggugah selera.
Meski demikian, konsumsi daging saat momen Iduladha tetap perlu di perhatikan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
BACA JUGA:
Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai di Depok Naik Tapi Masih Stabil
Selain di anjurkan untuk tidak makan secara berlebihan, masyarakat juga di minta lebih bijak dalam memilih cara pengolahan daging kurban.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengingatkan adanya risiko kesehatan di balik konsumsi daging bakar. Terutama jika proses pembakarannya di lakukan dengan suhu terlalu tinggi hingga meninggalkan bagian gosong atau arang pada permukaan daging.
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori menjelaskan, suhu pembakaran yang terlalu panas dapat memicu terbentuknya senyawa tertentu yang kurang baik bagi tubuh.
Kondisi tersebut terjadi akibat reaksi protein dalam daging ketika terkena panas tinggi secara langsung.
“Protein pada daging dapat bereaksi dengan suhu tinggi dan membentuk zat yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika di konsumsi terlalu sering,” ujarnya.
Menurut Devi, proses pembakaran yang berlebihan juga dapat memengaruhi kandungan nutrisi di dalam daging. Protein yang seharusnya menjadi sumber energi bagi tubuh bisa berkurang akibat paparan panas yang terlalu tinggi selama proses memasak.
Selain berdampak pada kandungan gizi, konsumsi makanan bakar dalam jumlah berlebihan juga di sebut dapat memicu gangguan pencernaan. Termasuk meningkatnya asam lambung.
Hal itu di sebabkan proses pencernaan makanan bakar cenderung lebih berat di banding makanan yang di olah dengan cara lain.
BACA JUGA:
Reymon Si Sapi Jumbo Bantuan Presiden Prabowo Curi Perhatian di Depok
“Bagi penderita maag atau gangguan lambung sebaiknya membatasi konsumsi makanan yang di bakar agar tidak memicu keluhan kesehatan,” tambahnya.
Dinkes Depok juga meminta masyarakat memperhatikan tingkat kematangan daging saat di bakar. Daging yang tidak matang sempurna di khawatirkan masih menyimpan risiko kesehatan akibat adanya cacing ataupun larva yang belum mati sepenuhnya.
Karena itu, proses pembakaran di sarankan di lakukan secara merata hingga bagian dalam daging benar-benar matang. Langkah tersebut penting untuk memastikan makanan aman di konsumsi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan setelah di santap.
“Pastikan daging matang hingga bagian dalam agar aman di konsumsi dan tidak menimbulkan risiko penyakit,” tutupnya.
Selain membatasi konsumsi daging bakar, masyarakat juga di imbau menjaga pola makan seimbang selama Iduladha.
Konsumsi daging secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol, hipertensi hingga kegemukan apabila tidak di imbangi pola hidup sehat dan asupan makanan bergizi lainnya.
(Jingga Sonjaya)



