TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) dalam pengembangan riset sejarah dan budaya lokal Tasikmalaya.
Kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis memperkuat dokumentasi sejarah daerah sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat di tengah arus modernisasi.
BACA JUGA:
Monumen Siliwangi di Tasikmalaya Memprihatinkan, Forum Bela Negara Dorong Revitalisasi Menyeluruh
Ketua DKKT, Tatang Suprihatna Sumpena (Tatang Pahat) mengatakan, kerja sama tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan pelaku budaya untuk menjaga warisan sejarah Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, sejarah tidak sekadar membicarakan masa lalu. Tetapi menjadi cara sebuah daerah memahami identitas dan perjalanan bangsanya sendiri.
“Kerja sama ini menjadi ruang pertemuan antara akademisi dan pelaku kebudayaan. Sejarah bukan hanya soal masa lalu, tetapi cara sebuah bangsa memahami dirinya sendiri,” kata Tatang Pahat, Sabtu (23/5/2026).
Dia menegaskan, kerja sama tersebut di fokuskan pada pengembangan penelitian sejarah lokal, dokumentasi kebudayaan masyarakat, pengarsipan tradisi hingga publikasi ilmiah mengenai dinamika budaya Tasikmalaya.
DKKT dan Unsil juga menargetkan lahirnya berbagai agenda lanjutan. Mulai dari seminar sejarah budaya, diskusi publik, penelitian bersama, penerbitan buku sejarah lokal hingga digitalisasi arsip budaya Kota Tasikmalaya.
Tatang menilai, pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya melalui infrastruktur fisik semata. Menurutnya, pembangunan budaya dan ingatan kolektif masyarakat juga menjadi fondasi penting agar identitas daerah tetap terjaga.
BACA JUGA:
Pemkot Tasikmalaya Turun Tangan Setelah Keluhan Sampah Viral di Media Sosial
“Kota Tasikmalaya memiliki akar sejarah yang kuat. Jangan sampai modernisasi justru membuat generasi muda tercerabut dari nilai dan budayanya sendiri,” katanya.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil, Zulpi Miftahudin menyampaikan, sejarah lokal harus mulai di dokumentasikan secara ilmiah agar tidak hilang di telan zaman.
Menurutnya, Tasikmalaya memiliki kekayaan sejarah, seni tradisi, hingga jejak peradaban masyarakat yang sangat layak di teliti dan di wariskan kepada generasi mendatang.
“Kami berharap, hasil penelitian nantinya mampu memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menjadi bahan edukasi kebudayaan bagi generasi muda,” imbuhnya.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini di harapkan mampu menghadirkan referensi sejarah lokal yang lebih lengkap, kredibel dan mudah di akses publik.
(Farhan K)



