spot_imgspot_img
Jumat 22 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tumbuh dari Halaman Rumah Warga, Intip Rahasia Sukses Program Karasa SAE ala Pemkot Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuktikan bahwa ketahanan pangan wilayah tidak melulu bergantung pada ketersediaan lahan pertanian yang luas. Lewat efektivitas program “Buruan SAE” (Sehat, Alami, Ekonomis), Pemkot Bandung sukses memacu masyarakat untuk menyulap pekarangan rumah mereka menjadi lumbung pangan mandiri sekaligus memperkokoh kedaulatan finansial keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, membeberkan bahwa Buruan SAE kini bermutasi menjadi pilar krusial dari Program Sirkular Bandung Utama (Karasa) SAE. Program integratif ini mengunci tiga fokus utama sekaligus, yakni manajemen pengelolaan sampah, pertanian perkotaan (urban farming), dan pemenuhan gizi masyarakat di akar rumput.

Baca Juga: Hotel Sepanjang Rute Konvoi Persib di Bandung Mulai Lari Manis Diserbu Bobotoh Luar Kota

Menurut Gin Gin, Karasa SAE menggalang kolaborasi sinergis antara tiga gerakan besar milik Pemkot Bandung, yaitu Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah), Buruan SAE, serta Dapur Sehat Atasi Stunting (Dasyat).

“Dalam perkembangannya, Buruan SAE menjelma menjadi bagian utama pengembangan program unggulan Pemerintah Kota Bandung yaitu Program Karasa. Ini merupakan kolaborasi sinergis antara Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dasyat,” tutur Gin Gin Ginanjar, Jumat (22/5/2026).

Rantai Sirkular Hijau: Mengubah Sampah Dapur Jadi Piring Gizi Keluarga

Gin Gin menguraikan cara kerja ekosistem sirkular ini. Pertama, masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga melalui sistem Kang Pisman hingga menghasilkan kompos berkualitas tinggi. Pupuk organik inilah yang kemudian menyuburkan tanaman sayur dan buah di area pekarangan Buruan SAE.

Selanjutnya, sirkulasi berlanjut saat warga memanen hasil bumi tersebut. Selain menghemat pos pengeluaran dapur, pasokan pangan segar ini langsung mengalir ke program Dasyat guna mengintervensi serta memotong mata rantai stunting pada anak-anak di lingkungan sekitar.

Secara semantik, Gin Gin menjelaskan bahwa kata ‘Karasa’ dalam bahasa Sunda bermakna ‘terasa’, sedangkan ‘SAE’ berarti ‘baik atau bagus’. Kolaborasi nama ini menegaskan bahwa program bentukan pemerintah daerah tersebut menelurkan hasil konkret yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak.

“Dalam bahasa Sunda, karasa berarti terasa. Program ini menggambarkan sesuatu yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak pihak,” kata Gin Gin.

Dorong Gotong Royong dan Cetak Peluang Ekonomi Baru dari Rumah

Gin Gin optimistis gerakan ini membuktikan bahwa kemandirian pangan berskala makro bisa bermula dari komitmen unit terkecil, yakni keluarga. Meskipun warga hanya memiliki keterbatasan lahan di area perkotaan, mereka tetap bisa produktif menanam aneka sayuran, tanaman obat, bumbu dapur, hingga membudidayakan ikan lewat sistem kolam mini terintegrasi.

“Ketahanan pangan ternyata bisa dimulai dari rumah. Dari satu pot tanaman, satu kolam kecil, dan satu keluarga yang memutuskan untuk mulai menanam,” ungkapnya.

Geliat pertanian kota ini terbukti membawa dampak sosial yang positif. Kehadiran berbagai kelompok Buruan SAE di sejumlah rukun warga (RW) memicu kembali ruang interaksi publik. Para tetangga kini aktif bertukar bibit, berbagi formula kompos, hingga mendistribusikan hasil panen secara swadaya sehingga menghidupkan kembali roh gotong royong.

Menariknya, beberapa kelompok tani urban di Bandung bahkan sudah naik kelas. Mereka mulai mengolah dan mengomersialkan surplus hasil panen menjadi produk pangan olahan kreatif yang menghasilkan pundi-pundi rupiah baru bagi kas keluarga.

“Di balik tanaman yang tumbuh di halaman rumah warga, sesungguhnya sedang tumbuh rasa cukup dan rasa kebersamaan. Kemudian harapan untuk mewujudkan Kota Bandung yang lebih mandiri di masa depan. Itulah makna Karasa SAE,” pungkas Gin Gin.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru