spot_imgspot_img
Kamis 21 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Campus League 2026 Regional Bandung Sajikan Final Sarat Rivalitas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aroma persaingan sengit bakal menyelimuti Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Tim bola basket putri Universitas Kristen Maranatha bersiap menantang Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dalam laga perebutan takhta juara Campus League 2026 – Bola Basket Regional Bandung Season 1 pada Jumat (22/5/2026).

Kedua tim raksasa kampus ini sukses mengunci tiket ke partai puncak setelah menumbangkan lawan-lawannya pada babak semifinal yang berlangsung seru, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Uji Kekuatan JPO Asia Afrika Jelang Selebrasi Persib Juara

Pada laga semifinal sektor putri, Universitas Kristen Maranatha tampil dominan dan menyudahi perlawanan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan skor meyakinkan 64-36. Sementara itu, srikandi basket Unpar berhasil menjinakkan tim tuan rumah UPI lewat keunggulan 61-44.

BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pertandingan babak semifinal putri Campus League 2026 – Bola Basket Regional Bandung antara Universitas Kristen Maranatha versus Unpad di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Kamis (21/5/2026). (FOTO: Istimewa)

Pelatih tim putri Universitas Kristen Maranatha, Arif Gunarto, melayangkan apresiasi tinggi atas militansi anak asuhnya. Kemenangan ini tidak hanya membawa mereka ke final regional, tetapi juga otomatis mengamankan satu tiket berharga menuju level nasional Campus League 2026 di Jakarta.

“Meski dengan komposisi pemain yang terbatas yakni hanya 5 orang pemain inti, mereka mampu mengeksekusi permainan dengan baik. Para pemain mampu menunjukkan semangat juang tinggi untuk menang melawan Unpad yang juga tampil tangguh,” kata Arif Gunarto usai pertandingan, Kamis (21/5/2026).

Fokus Pemulihan Fisik

Menatap laga krusial kontra Unpar, Coach Arif memilih fokus memulihkan kondisi fisik dan stabilitas mental para pemainnya. Ia selalu menanamkan prinsip bahwa setiap laga adalah partai final. Baginya, duel penentu besok menjadi tolok ukur penting sebelum mereka bertarung dengan tim-tim yang lebih kuat di fase nasional.

Pemain andalan Maranatha yang juga penggawa Timnas Basket 3×3, Berlian Yesi Triutari, mengakui ketatnya perlawanan Unpad sangat menguras energi. Namun, kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama mereka dalam mengamankan kemenangan.

“Kita mampu bermain kompak, tidak bermain individu karena ini olahraga tim. Jadi meski cukup melelahkan, tapi kita enjoy mainnya,” tutur Yesi.

Kelompok Putra: Tersaji Duel Klasik “Rival Abadi”

Pemandangan tidak kalah panas juga bakal tersaji di sektor putra. Partai final akan mempertemukan dua musuh bebuyutan dalam dunia basket kampus Bandung, yaitu Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) melawan Universitas Kristen Maranatha.

Pada babak empat besar, ITHB Bandung sukses meredam ambisi Universitas Widyatama dengan skor telak 73-45. Di sisi lain, tim putra Maranatha tampil menggila dan menggulung tuan rumah UPI tanpa ampun lewat skor mencolok 98-38.

Pelatih ITHB Bandung, Ricky Gunawan, menyebut hasil semifinal menjadi bahan evaluasi penting, terutama mengenai keterlambatan pemain dalam mengantisipasi perubahan skema pertahanan lawan. Dengan jeda waktu yang sangat mepet, Coach Ricky mengutamakan program recovery pemain dan meminta anak asuhnya memperkuat fokus di lapangan.

“Kami sudah sering berhadapan dengan Maranatha dan saling mengalahkan. Jadi untuk final besok, tim mana yang lebih siap secara mental, fisik dan cepat beradaptasi dengan kondisi pertandingan akan bisa tampil lebih baik,” tutur Coach Ricky.

Ricky juga sangat menyambut positif kehadiran Campus League 2026. Menurutnya, kompetisi ini menjadi oase di tengah minimnya turnamen berkualitas bagi level mahasiswa, sekaligus menjadi wadah ideal untuk mendongkrak jam terbang serta teknik bertanding para pemain.

Menuju Panggung Akbar “The Nationals” di Jakarta

Turnamen Campus League 2026 – Basketball Regional Bandung Season 1 sendiri sudah bergulir sejak 17 Mei 2026 dengan melibatkan 13 perguruan tinggi se-Jawa Barat, yang terbagi atas 12 tim putra dan 7 tim putri.

Sistem kompetisi menggunakan format setengah kompetisi pada babak penyisihan grup. Pada sektor putra, 8 tim terbaik dari 4 grup berhak melaju ke fase perempat final. Sementara di sektor putri, para kontestan langsung bertarung di babak Regional Playoffs atau semifinal.

Dua tim terbaik dari masing-masing kelompok putra dan putri nantinya akan menyandang status sebagai wakil sah regional Bandung untuk unjuk gigi di babak The Nationals. Kompetisi akbar tingkat nasional tersebut dalam jadwal berlangsung pada 6–13 Juni 2026 di Jakarta. Kompetisi yang mempertemukan para jawara dari regional Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru